TROL, Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberangkatkan sebanyak 448 Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2026 dari Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin dini hari (18/5). Ratusan jamaah tersebut tergabung dalam kloter 105 dan 106.
Pelepasan jamaah dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto. Dalam sambutannya, Edy menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberangkatkan 451 Jamaah Calon Haji. Hari ini dua kloter, yakni 105 dan 106. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan seluruh masyarakat mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur dan mabruroh.
Total Jamaah Calon Haji Kabupaten Trenggalek tahun 2026 tercatat sebanyak 451 orang. Rinciannya, sebanyak 348 jamaah tergabung dalam kloter 105 bersama 28 jamaah asal Tulungagung. Sementara 100 jamaah lainnya masuk kloter 106 bersama jamaah asal Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Adapun tiga jamaah lainnya akan diberangkatkan dalam kloter 109 pada Selasa (19/5).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Trenggalek, N Adib Mashuri menjelaskan, seluruh persiapan keberangkatan jamaah telah dilakukan secara maksimal.
“Alhamdulillah semuanya ready. Dari sisi armada bus kita siapkan 12 armada. Sebanyak 10 armada bus difasilitasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek, sedangkan dua armada lainnya disediakan oleh jamaah,” jelasnya.
Selain armada transportasi, pengawalan keberangkatan juga melibatkan aparat kepolisian dan tenaga kesehatan.
“Nanti juga ada pengawalan dari Polres dan ambulans dari Dinas Kesehatan,” imbuhnya.
Adib juga mengungkapkan, terdapat tiga jamaah yang batal berangkat karena meninggal dunia dan sakit. Ketiganya kemudian digantikan oleh jamaah dari kuota cadangan.
“Ada yang tidak jadi berangkat karena meninggal dunia atas nama Mbah Paryo dan satu jamaah dari Kecamatan Munjungan. Kemudian satu jamaah lagi atas nama Mbah Muzali dari Kecamatan Tugu batal berangkat karena sakit,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kabupaten Trenggalek, H. Moh. Rofiq Hindiono mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, terutama bagi jamaah lanjut usia yang mendominasi keberangkatan tahun ini.
“Yang paling penting adalah kesiapan pribadi, terutama kesehatan. Karena mayoritas jamaah merupakan lansia, maka selain bekal perjalanan juga perlu menyiapkan obat-obatan,” ucapnya.
Mantan Direktur RSUD Trenggalek itu menambahkan, seluruh jamaah sebelumnya telah mengikuti manasik dan pembinaan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Menurutnya, tahun ini terdapat sedikit perubahan dalam proses pendampingan jamaah. Jika sebelumnya IPHI dapat mendampingi hingga Asrama Haji Sukolilo Surabaya, kini pengantaran hanya dilakukan sampai Pendopo Trenggalek karena keterbatasan kapasitas asrama haji.
Meski demikian, pihaknya berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat jamaah dalam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. (*)
#prokopimtrenggalek











