TROL, Tulungagung – Upaya menekan angka pengangguran terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Salah satunya melalui penyelenggaraan “Tulungagung Job Fair Career Kickstart 2026” yang secara resmi dibuka oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, SM, MM, di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (10/6).
Job fair yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Juni 2026.
Kepala Disnakertrans Tulungagung, Tri Hariadi yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, menjelaskan bahwa hari pertama difokuskan pada pembukaan serta pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja. Sementara pada hari kedua akan dilaksanakan sesi wawancara dan briefing langsung dari perusahaan kepada calon tenaga kerja.
“Di hari pertama ini adalah acara pembukaan dan pertemuan antara perusahaan dengan pencari kerja, dan besok di hari kedua adalah interview serta briefing dari perusahaan kepada calon pekerja,” tuturnya.
Tahun ini, job fair diikuti oleh 47 perusahaan dan 3 pelaku UMKM, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menyasar lulusan SMK serta masyarakat umum yang tengah mencari pekerjaan.
Menurut Tri Hariadi, total lowongan yang tersedia mencapai lebih dari 3.750 posisi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini adalah yang terbanyak dibandingkan dengan tahun lalu. Tentunya ini menunjukkan tren peningkatan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan job fair ini bertujuan untuk membuka akses kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Tulungagung, sekaligus menjadi upaya strategis dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Sementara itu, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa tingkat pengangguran di Kabupaten Tulungagung saat ini masih berada di angka 4,02 persen, lebih tinggi dibandingkan angka pengangguran Provinsi Jawa Timur yang sebesar 3,5 persen.
“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Target kita, dengan adanya upaya pemerintah seperti ini, angka pengangguran di Kabupaten Tulungagung bisa menurun, setidaknya di bawah Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.
Ia juga berharap sinergi antara dunia usaha dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang telah terjalin selama ini dapat terus diperkuat.
Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara pengusaha dan pencari kerja akan memberikan manfaat bersama serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Antara pengusaha dan pencari kerja sama-sama mempunyai kepentingan yang saling menguntungkan,” pungkasnya. (jk)











