Plt Bupati Tulungagung Hadiri Methik Pari, Petani Minta Perbaikan Irigasi Hingga Kemudahan Pupuk Subsidi

TROL, Tulungagung – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat sektor pertanian kembali ditegaskan melalui kehadiran Plt Bupati Ahmad Baharudin pada tradisi Methik Pari yang digelar kelompok tani se-Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir, Sabtu (25/7). Selain melestarikan budaya lokal, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan petani mengenai berbagai kebutuhan sektor pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, para petani menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah daerah, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kehadiran Plt Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat menjelang panen sekaligus doa agar hasil pertanian melimpah dan membawa keberkahan.

Perwakilan kelompok tani desa Kalidawir, Yakharim Mahmud, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam tradisi tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Kharim itu, tradisi Methik Pari masih terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat agraris di Desa Kalidawir.

“Tradisi ini rutin kami laksanakan sebelum panen padi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan hasil panen,” ujarnya.

Selain melestarikan budaya, momentum tersebut dimanfaatkan petani untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai penting dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Di antaranya kemudahan akses pupuk bersubsidi, rehabilitasi jaringan irigasi, serta bantuan alsintan agar proses budidaya semakin efektif dan produktif.

Menanggapi aspirasi tersebut, Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, pemerintah daerah terus bersinergi dengan berbagai pihak melalui optimalisasi pembangunan infrastruktur pertanian, peningkatan layanan kepada petani, hingga penguatan penyerapan hasil panen.

“Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pertanian siap memberikan kemudahan bagi petani, mulai dari penyediaan sarana produksi, penyuluhan pertanian, hingga perbaikan infrastruktur. Dukungan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Ahmad Baharudin.

Ia menjelaskan, berbagai program telah dijalankan Dinas Pertanian, di antaranya penyaluran benih padi unggul, pupuk bersubsidi, bantuan obat pengendali organisme pengganggu tanaman, serta bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat pendampingan kepada kelompok tani melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Menurutnya, pendampingan teknis menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

“Dengan pendampingan PPL yang optimal serta penerapan teknik budidaya yang baik, kami berharap hasil panen petani terus meningkat. Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus memberikan perhatian kepada petani, khususnya di Kalidawir, agar kesejahteraan mereka semakin baik. Semoga tradisi petik padi ini membawa keberkahan dan menghasilkan panen yang melimpah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto mengatakan pihaknya akan terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan inovasi pertanian, pemanfaatan teknologi budidaya, serta penanganan pascapanen.

Di bidang infrastruktur, Dinas Pertanian juga terus mengupayakan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi desa maupun irigasi tersier guna menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan.

“Kami akan terus memberikan perhatian kepada petani melalui bantuan alsintan, pendampingan, serta bimbingan teknis agar produktivitas pertanian meningkat dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Suyanto. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *