TROL, Aceh Utara – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuta Makmur menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan masyarakat dengan berpartisipasi dalam Festival Pentas Seni dan Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di kawasan wisata Lhok Buloh, Gampong Panton Rayeuk II, Kecamatan Kuta Makmur, Sabtu (13/6) hingga Minggu (14/6).
Partisipasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan 350 porsi makanan siap saji guna mendukung kebutuhan konsumsi peserta dan panitia selama agenda berlangsung. Festival itu melibatkan siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah negeri dari sejumlah wilayah di Aceh Utara.
Selama ini, SPPG Kuta Makmur yang bernaung di bawah Yayasan Peduli Kemakmuran Rakyat dikenal sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, balita, ibu hamil, dan lanjut usia. Namun, lembaga tersebut juga aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pemilik sekaligus mitra Dapur MBG Kuta Makmur, H. Anwar Risyen, mengatakan kontribusi yang diberikan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut dia, peningkatan kualitas gizi generasi muda tetap menjadi prioritas utama. Meski demikian, pihaknya juga merasa terpanggil untuk mendukung berbagai inisiatif yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami menyerahkan 350 porsi makanan siap saji sebagai bentuk partisipasi dalam menyukseskan acara ini. Semoga bantuan tersebut dapat mendukung kelancaran pelaksanaan festival,” kata Anwar, Sabtu (13/6).
Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Gerindra itu menilai tradisi dan kesenian daerah merupakan aset berharga yang perlu dirawat secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen dinilai penting agar ruang kreativitas masyarakat terus tumbuh dan berkembang.
Ketua panitia, Muhammad Rizal atau Tgk Adek, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan SPPG Kuta Makmur. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan agenda tersebut.
“Kontribusi ini mencerminkan kepedulian serta semangat gotong royong dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada sektor kebudayaan,” ujarnya.
Selain menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda, Festival Pentas Seni dan Budaya juga menghadirkan beragam pertunjukan tradisional dan potensi lokal. Ajang tersebut diharapkan mampu memperkuat jati diri daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Kuta Makmur. (Rizal)











