TROL,- Tanjung Verde menciptakan salah satu kejutan terbesar pada fase awal Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol tanpa gol dalam laga yang berlangsung sengit, Senin (16/6) malam WIB. Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi negara debutan yang baru pertama kali tampil di putaran final Piala Dunia.
Menghadapi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, Tanjung Verde menunjukkan organisasi permainan yang solid dan disiplin tinggi sepanjang pertandingan. Meski terus berada di bawah tekanan, tim berjuluk Blue Sharks mampu meredam serangan demi serangan yang dilancarkan skuad asuhan Luis de la Fuente.
Spanyol langsung mengambil inisiatif permainan dengan mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Namun, rapatnya pertahanan Tanjung Verde membuat La Roja kesulitan menciptakan peluang bersih di sepertiga akhir lapangan.
Kesempatan terbaik Spanyol pada babak pertama hadir melalui Ferran Torres. Penyerang sayap itu melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan Marc Cucurella, tetapi bola hanya membentur mistar gawang. Bola rebound kemudian disambut sundulan Mikel Oyarzabal, namun berhasil digagalkan kiper veteran Vozinha yang tampil gemilang di bawah mistar.
Penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut kembali menjadi penyelamat timnya menjelang turun minum. Kali ini, Vozinha melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan sundulan Aymeric Laporte yang mengarah ke gawang.
Di tengah dominasi Spanyol, Tanjung Verde sesekali mampu keluar dari tekanan dan membangun serangan balik. Meski tidak menghasilkan peluang berbahaya, upaya tersebut cukup membantu tim menjaga keseimbangan permainan dan mengurangi tekanan di area pertahanan.
Memasuki babak kedua, Spanyol meningkatkan intensitas serangan. Fabian Ruiz sempat mencoba memecah kebuntuan lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melayang di atas mistar.
Luis de la Fuente kemudian memasukkan Lamine Yamal pada menit ke-71 untuk menambah kreativitas serangan. Kehadiran pemain muda tersebut membuat permainan Spanyol lebih hidup dan variatif. Namun, pertahanan disiplin Tanjung Verde tetap mampu menutup ruang dan meminimalkan peluang berbahaya.
Menjelang laga berakhir, Oyarzabal kembali memperoleh peluang emas untuk membawa Spanyol unggul. Akan tetapi, penyelesaian akhirnya masih belum menemui sasaran.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan. Tanjung Verde pun sukses mengamankan satu poin berharga dalam penampilan perdana mereka di panggung Piala Dunia.
Hasil ini menjadi catatan bersejarah bagi negara berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa tersebut. Sementara bagi Spanyol, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan ketika menghadapi lawan yang tampil disiplin, terorganisasi, dan penuh determinasi.
Susunan Pemain
Spanyol:Simon; Llorente, Laporte, Cubarsi, Cucurela; Pedri, Rodri (Nico Williams 87), Ruiz (Mikel Merino 71); Ferran Torres (Dani Olmo 81), Oyarzabal, Gavi (Lamine Yamal71).
Cape Verde:Vozinha; Cabral (João Paulo 76), Borges, Lopes, Moreira; Laros Duarte (Deroy Duarte 61), Lenini; Cabral (Willy Semedo 61), Monteiro (Telmo Arcanjo 79), Mendes; Livramento (Nuno da Costa 61). (jk)
Sumber: fifa.com











