Budaya  

Jamasan Pusaka Warnai Persiapan Hari Jadi ke-832 Trenggalek

TROL, Trenggalek – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Bupati Mochamad Nur Arifin menjalani prosesi jamasan puluhan pusaka milik Kabupaten Trenggalek, Sabtu (29/8).

Jamasan menjadi salah satu tradisi yang rutin dilakukan menjelang rangkaian prosesi Hari Jadi. Tahun ini, prosesi dilakukan secara lengkap terhadap berbagai pusaka yang memiliki fungsi, sejarah, dan makna berbeda.

Pusaka yang dijamas tidak hanya peninggalan para pendahulu, tetapi juga pusaka pribadi bupati serta pusaka pemberian Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Diantara pusaka yang menjalani jamasan yakni Tombak Biring Sakembaran, Tombak Korowelang Sakembaran, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Praja, Parasamya Purna Karya Nugraha, Pataka Jwalita Karana, Songsong Ayomsih, dan Tombak Kyai Wignyomurti.

Prosesi tersebut juga mencakup jamasan Nyi Sekanti, dua gong gamelan Pendopo Trenggalek, serta Prasasti Kamulan. Prasasti Kamulan memiliki posisi penting dalam sejarah Trenggalek karena menjadi salah satu penanda Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Prasasti yang sebelumnya berada di Museum Tulungagung itu kini telah dipindahkan ke Trenggalek dan kembali menjadi bagian dari rangkaian tradisi peringatan Hari Jadi.

Bupati Mochamad Nur Arifin mengatakan, jamasan tahun ini dilakukan terhadap seluruh pusaka yang memiliki fungsi dan latar sejarah masing-masing.

“Jamasan pusaka hari ini cukup komplit, semua pusaka. Kalau dulu dalam tradisi Mataram atau kerajaan-kerajaan, ada pusaka untuk pembelaan diri, ada juga yang njagani secara spiritual,” kata Mas Ipin sapaan akrab Bupati.

Menurutnya, keberadaan pusaka tidak hanya berkaitan dengan benda peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat sejarah, nilai budaya, serta filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Usai dijamas, sejumlah pusaka akan diboyong ke Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, dan Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak. Selanjutnya, pusaka tersebut akan dikirab dalam rangkaian prosesi Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, gamelan Nyi Sekanti juga akan mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Gamelan tersebut akan mengiringi sejumlah prosesi, termasuk Mahalul Qiyam.

Peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek tahun ini memiliki nuansa religius karena bertepatan dengan bulan Mulud atau Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mas Ipin berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk merawat tradisi dan mengenang sejarah Trenggalek, tetapi juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa serta menumbuhkan keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga momentum Hari Jadi yang bertepatan dengan bulan Mulud ini membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat Trenggalek,” harapnya. (*)

 

*sumber: kominfotrenggalek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *