TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat layanan transportasi bagi pelajar melalui program Angkutan Pelajar (APEL) Gratis. Pada 2026, program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro ini didukung 111 armada dan 111 pengemudi untuk melayani 10.442 pelajar dari 152 sekolah.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memudahkan mobilitas pelajar menuju dan dari sekolah, tetapi juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di kalangan anak usia sekolah.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro, Evie Octavia Marini, mengatakan keberadaan APEL Gratis diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh pelajar, terutama mereka yang belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Program ini juga efektif menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh pelajar di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” kata Evie.
Selain aspek keselamatan, layanan transportasi gratis tersebut turut memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Orang tua tidak lagi harus mengeluarkan biaya transportasi harian untuk mengantar atau membiayai perjalanan anak ke sekolah.
Dari sisi cakupan layanan, Dishub Bojonegoro memastikan APEL Gratis menjangkau sejumlah jalur strategis, termasuk rute utama dan jalur penghubung antarkecamatan.
Untuk jalur utama, layanan mencakup Bojonegoro–Padangan, Bojonegoro–Temayang, Bojonegoro–Baureno, dan Bojonegoro–Kota.
Sementara itu, jalur antarkecamatan meliputi Kalitidu–Ngasem, Tambakrejo–Padangan, Sumberrejo–Kedungadem, Balen–Sugihwaras, Baureno–Kepohbaru, Purwosari–Tambakrejo, Trucuk–Malo, serta Margomulyo–Ngraho.
Dishub Bojonegoro masih membuka kemungkinan penambahan maupun pengembangan rute. Ekspansi layanan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat di lapangan.
Evie mengatakan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan operasional APEL Gratis tetap berjalan efektif dan memenuhi aspek keselamatan. Evaluasi mencakup jumlah penumpang, ketepatan waktu keberangkatan, kondisi dan kelaikan armada, hingga pemetaan rute yang berpotensi dikembangkan.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Bojonegoro bisa pergi dan pulang sekolah dengan tenang, aman, nyaman, dan selamat,” ucapnya.
Menurut Evie, APEL Gratis bukan semata-mata layanan transportasi bagi pelajar. Program tersebut menjadi bagian dari investasi pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran pendidikan sekaligus membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.
“Angkutan Pelajar Gratis bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan investasi daerah untuk mendukung kelancaran pendidikan generasi emas penerus Bojonegoro,” tegasnya.
Pemkab Bojonegoro berharap optimalisasi layanan APEL Gratis dapat memperkuat ekosistem transportasi publik yang tertib, aman, selamat, dan berkelanjutan. Di sisi lain, keberadaan layanan ini diharapkan semakin memperluas akses pelajar terhadap transportasi yang layak dan mendukung pemerataan akses pendidikan di wilayah Bojonegoro. (adi)
*sumber: bojonegorokab.go.id











