Logo HJB ke-349 Bojonegoro Lahir Dari Karya Kreator Lokal

TROL, Bojonegoro – Tiga kreator asal Kabupaten Bojonegoro berhasil meraih juara dalam Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 Tahun 2026. Karya juara pertama selanjutnya ditetapkan sebagai logo resmi HJB ke-349.

Lomba tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dengan mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur.”

Tiga pemenang lomba yakni Ahmad Aziz Saputra dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk sebagai Juara 1, Muhamad Ilmi Baihaqi dari Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor sebagai Juara 2, dan Hary Wahyu Utomo dari Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander sebagai Juara 3.

Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, mengatakan penetapan pemenang dilakukan setelah seluruh karya melalui tahapan seleksi dan penilaian oleh dewan juri.

Menurutnya, dari total 112 pendaftar, panitia terlebih dahulu menyaring karya peserta hingga menjadi 10 besar. Selanjutnya, dewan juri menetapkan tiga karya terbaik sebagai pemenang.

“Dari 112 pendaftar lomba desain logo HJB ke-349, disaring menjadi 10 besar yang saat ini sudah ditetapkan tiga pemenang. Karya Juara 1 nantinya digunakan sebagai logo resmi HJB ke-349 dan rencananya akan kami launching besok Rabu,” ucap Elzadeba.

Ia menambahkan, logo karya Ahmad Aziz Saputra akan diluncurkan kepada masyarakat pada Rabu (23/9). Logo tersebut selanjutnya menjadi identitas visual resmi dalam rangkaian peringatan HJB ke-349 Tahun 2026.

Dalam proses penilaian, dewan juri mempertimbangkan empat aspek utama. Relevansi desain dengan tema HJB ke-349 menjadi aspek dengan bobot 30 persen, disusul unsur estetika sebesar 30 persen.

Sementara itu, orisinalitas karya memiliki bobot 20 persen dan kemampuan mengaplikasikan desain logo pada berbagai media juga sebesar 20 persen.

Peserta lomba dituntut menghasilkan desain yang sederhana, artistik, dan aplikatif, sekaligus mampu merepresentasikan tema yang telah ditentukan.

Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan terkait karya. Setiap desain harus merupakan hasil kreativitas peserta sendiri dan tidak boleh mengandung unsur SARA, menjiplak karya yang telah ada, maupun dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Atas karya yang dihasilkan, Juara 1 memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta, Juara 2 sebesar Rp3 juta, dan Juara 3 sebesar Rp2,5 juta.

“Dengan pajak hadiah ditanggung oleh masing-masing pemenang,” ungkap Elzadeba.

Penetapan logo baru tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian persiapan peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Tahun 2026. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *