Camat Campurdarat: TMMD ke-130 Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat Desa Pojok

TROL, Tulungagung – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 yang digelar Kodim 0807/Tulungagung di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan, bahkan penanaman 1.000 pohon telah mencapai 100 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan pengawasan dan evaluasi (Wasev) yang berlangsung di Balai Desa Pojok, Selasa (3/11). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh sasaran TMMD terlaksana sesuai perencanaan, tepat waktu, serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Berdasarkan laporan progres pelaksanaan, selain penanaman 1.000 pohon yang telah rampung sepenuhnya, sejumlah sasaran fisik lainnya juga menunjukkan capaian hampir tuntas. Pembangunan delapan unit jamban keluarga mencapai 99,31 persen, rehabilitasi masjid 98,70 persen, dan pembangunan lima titik sumber air sebesar 98,74 persen.

Sementara itu, pembangunan delapan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah mencapai 92,90 persen. Pembangunan jalan rabat beton terealisasi 92,72 persen, sedangkan pembangunan toilet umum mencapai 90,40 persen.

Capaian tersebut menunjukkan progres positif pelaksanaan TMMD dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Program ini tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan, hunian layak, hingga ketersediaan sarana sanitasi dan air bersih.

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan program di lapangan. Camat Campurdarat, Tri Wantoro, mengatakan warga Desa Pojok menyambut baik kehadiran TMMD. Dukungan masyarakat terlihat melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan gotong royong bersama personel TNI.

Bahkan, warga turut memberikan dukungan dengan membantu menyediakan konsumsi bagi anggota TNI yang terlibat dalam pengerjaan sasaran pembangunan.

Menurut Tri Wantoro, pembangunan jalan rabat beton memiliki arti penting bagi masyarakat karena dapat menghubungkan wilayah antardesa. Dengan akses yang semakin baik, mobilitas warga diharapkan lebih lancar dan aktivitas perekonomian masyarakat semakin berkembang.

Selain itu, pembangunan RTLH dan fasilitas MCK juga dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal dan kesehatan lingkungan.

Ia berharap program TMMD dapat terus berlanjut pada masa mendatang dengan sasaran pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program TMMD ke-130 menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan.

Melalui berbagai sasaran fisik maupun nonfisik, program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *