Lestarikan Budaya Lokal, Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar Lomba Reyog Kendang dan Karawitan

TROL, Tulungagung – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menggelar Lomba Reyog Kendang Kreatif Pelajar SMP Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Sebanyak 45 SMP negeri se-Kabupaten Tulungagung ambil bagian dalam kegiatan yang bertujuan menumbuhkan karakter, kreativitas, dan kecintaan pelajar terhadap seni budaya daerah tersebut.

Selain lomba reyog kendang untuk jenjang SMP, Dinas Pendidikan juga menjadwalkan Lomba Karawitan Pelajar SD pada 2 November 2026. Lomba karawitan itu akan digelar di lokasi yang sama mulai pukul 1 siang dengan diikuti 11 peserta.

Kepala UPT TB2KS, Ririn Andri Wikanthi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melalui TB2KS tahun 2026.

Menurutnya, lomba seni tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, minat, dan bakat peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pembinaan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa melalui pengenalan seni budaya Indonesia. Harapannya, anak-anak menjadi lebih sabar, tangguh, dan telaten dalam menjalani proses pembelajaran, serta lebih percaya diri dan termotivasi menunjukkan jati dirinya,” tutur Ririn.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak sekolah untuk berpartisipasi dalam pelestarian seni budaya tradisional. Sekolah yang belum mengikuti perlombaan tahun ini diharapkan dapat ambil bagian pada penyelenggaraan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Uun Sancahya Hendrayana memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya para kepala SMP negeri yang terus berkomitmen mengembangkan potensi dan karakter peserta didik.

Uun juga mengapresiasi para kepala sekolah yang tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah masa transisi kepemimpinan dengan adanya Pelaksana Tugas (Plt). Ia menegaskan bahwa pembinaan peserta didik harus tetap berjalan agar pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Menurut Uun, lomba reyog kendang dan karawitan memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan. Keduanya menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal sekaligus melestarikan warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan seni tradisional, siswa diharapkan dapat mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan kebersamaan dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan identitas budaya yang kuat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober turut mempertegas pesan kegiatan tersebut. Semangat persatuan dan kebangsaan diharapkan dapat tumbuh melalui keterlibatan generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri Kepala TB2KS Ririn Andri Wikanthi, perwakilan Bappeda dan BPKAD, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, para kepala SMP negeri, Koordinator Wilayah UPA, serta peserta lomba dan pendamping.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kreativitas, karakter, semangat nasionalisme, dan kebanggaan terhadap budaya daerah. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *