TROL, Madiun – Hari Wuryanto terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Salah satu langkah yang tengah dimatangkan adalah pengembangan Stasiun Babadan sebagai pusat angkutan barang (cargo).
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Madiun dan PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun di Hotel Mercure Madiun, Kamis (19/3).
Kepala Daerah Operasi (Kadaop) 7 Madiun, Ali Afandi, mengatakan pihaknya mendorong pemindahan layanan logistik ke Stasiun Babadan, mulai dari cargo, angkutan retail UMKM hingga angkutan avtur.
“Rencana pembangunan stasiun cargo, angkutan retail UMKM, dan angkutan avtur yang semula di Madiun akan dipindah ke Stasiun Babadan. Dengan begitu, stasiun penumpang bisa lebih difokuskan di Kota Madiun dan Caruban,” ujar Ali.
Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan melalui sinergi yang telah terjalin.
Sementara itu, Bupati Madiun yang akrab disapa Mas Hari menegaskan bahwa pengembangan Stasiun Babadan sudah selaras dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun.
“Ini semua sudah sesuai dengan rencana kita. RTRW kita juga difokuskan ke sana. Ibaratnya gayung bersambut,” kata Bupati Hari Wuryanto.
Menurutnya, pemindahan aktivitas logistik ke Babadan menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas Stasiun Madiun saat ini, sekaligus mengatasi kendala akses distribusi menuju jalan tol.
“Stasiun Madiun sudah penuh. Kalau dari Babadan, akses menuju jalan tol akan lebih mudah, sehingga distribusi barang bisa lebih optimal,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Madiun juga merencanakan pembangunan rest area di Desa Nampu, Kecamatan Saradan, yang berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk, sebagai penunjang aktivitas logistik.
Bupati menambahkan, pihak KAI akan segera melakukan kajian teknis terkait rencana tersebut.
“Nanti akan ada kajian dari KAI, termasuk soal luasan lahan, aspek ekonomi, dan keamanan. Selanjutnya akan kita bahas bersama melalui FGD,” jelasnya.
Pemkab Madiun berharap pengembangan Stasiun Babadan sebagai pusat cargo dapat memperkuat konektivitas distribusi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)
#prokopimkabmadiun











