TROL, Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro menghadirkan inovasi pemasaran sektor pertanian melalui program B’FOS (Bojonegoro Farm on the Street) saat car free day (CFD) di kawasan alun-alun kota, Minggu (19/4).
Program ini menjadi sarana promosi komoditas pertanian lokal sekaligus media edukasi bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk unggulan ditampilkan, mulai dari pangan segar, hasil olahan, hingga produk non-pangan yang dipasarkan langsung oleh petani kepada konsumen.
Kegiatan B’FOS melibatkan berbagai unsur Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, seperti penyuluh, Kelompok Tani (Poktan), dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan daerah.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan bahwa B’FOS tidak hanya berfungsi sebagai pasar temporer, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara produsen dan konsumen.
“B’FOS menjadi jembatan komunikasi antara petani dan masyarakat perkotaan. Melalui kegiatan ini, rantai pasok dapat dipersingkat sehingga petani memperoleh harga yang lebih layak, sementara konsumen mendapatkan produk yang segar dan berkualitas,” ujarnya.
Selain sebagai ajang pemasaran, B’FOS juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan inovasi teknologi pertanian yang tengah dikembangkan DKPP. Salah satunya adalah budidaya padi Gamagora dengan perlakuan basillus dan metode tanam jajar legowo yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas.
Zaenal menambahkan, penguatan kapasitas SDM pertanian menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat daerah. Ia menilai kegiatan ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal.
“Kami mendorong pelaku pertanian untuk terus berinovasi, termasuk dalam pengemasan dan pemasaran produk. B’FOS menjadi ruang praktik langsung untuk memahami kebutuhan pasar,” katanya.
Ke depan, program B’FOS direncanakan menjadi agenda rutin sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperkuat posisi Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. (adi)
#bojonegorokab.go.id











