TROL, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi memberangkatkan 450 calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M dalam prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Senin (27/4).
Pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Karena itu, para jamaah harus menjaga kesehatan, disiplin mengatur waktu, dan mematuhi arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik,” tuturnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, H. Bisri Mustafa, menyampaikan bahwa persiapan pemberangkatan jamaah telah dilakukan sejak Agustus 2025 melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Imigrasi, dan Dukcapil untuk memastikan seluruh jamaah siap, baik dari sisi administrasi maupun kesehatan. Selain itu, manasik haji juga telah diberikan secara intensif,” jelasnya.
Dari total 450 jamaah yang diberangkatkan, mereka terbagi dalam dua kelompok terbang, yakni Kloter 24 dan Kloter 25. Rinciannya, 203 jamaah laki-laki dan 254 jamaah perempuan.
Tahun ini, terdapat 83 jamaah lanjut usia di atas 65 tahun serta 85 jamaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti). Jamaah tertua tercatat atas nama Sarmi binti Subari (89) asal Kecamatan Kebonsari, sedangkan jamaah termuda adalah Nadin Syarifah Salsabila (18) asal Kecamatan Wungu.
Untuk mendukung kelancaran ibadah di Tanah Suci, Pemkab Madiun juga menyiagakan Petugas Haji Daerah (PHD). KH. Mizan Basyari (Gus Mizan) dan dr. Hj. S. Yulistiana ditugaskan mendampingi Kloter 24, sementara Muhammad Maksum akan mendampingi jamaah pada kloter lainnya.
Dengan dukungan petugas yang kompeten, pemerintah daerah berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (*)
#prokopimkabmadiun











