TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mendorong penataan wajah kota yang lebih rapi, estetis, dan berkelanjutan melalui penyusunan Dokumen Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan. Dokumen ini diharapkan menjadi pijakan utama dalam arah pembangunan kawasan perkotaan di masa mendatang.
Penyusunan tersebut ditandai dengan pemaparan laporan pendahuluan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bappeda Tulungagung, Senin (27/4). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Tulungagung, jajaran kepala OPD terkait, tim penyusun dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, serta perwakilan Kadin, HIPMI, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, dan pegiat sejarah.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim akademisi UGM yang telah berkontribusi dalam penyusunan grand desain tersebut. Ia menilai Tulungagung memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam, ekonomi, maupun budaya.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim UGM yang telah membantu menyusun grand desain ini. Harapannya, dokumen ini benar-benar bisa menjadi pedoman dalam menata wajah kota Tulungagung ke depan,” tutur Plt Bupati Ahmad Baharudin.
Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan yang pesat turut mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi di sepanjang koridor jalan. Hal ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, namun juga memunculkan sejumlah tantangan baru.
“Pertumbuhan ini menunjukkan geliat ekonomi masyarakat yang positif. Namun di sisi lain, mulai muncul ketidakteraturan di kawasan koridor perkotaan yang harus segera kita antisipasi,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah persoalan seperti penataan parkir, pengaturan lalu lintas, hingga estetika kota perlu segera diantisipasi melalui perencanaan yang matang agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.
Lebih lanjut, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa grand desain yang disusun tidak hanya berorientasi pada kelancaran kendaraan, tetapi juga harus mengedepankan aspek inklusivitas dan keberlanjutan.
“Koridor jalan ke depan tidak hanya sebagai jalur kendaraan, tetapi juga harus menjadi ruang publik yang hidup, tempat interaksi masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penataan yang terencana dan terpadu.
“Penataan koridor jalan harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan, dengan memperhatikan fungsi, estetika, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui grand desain ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap wajah perkotaan ke depan semakin tertata, memiliki identitas yang kuat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (jk)











