TROL, Bojonegoro – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Tahun 2026 di ruang Partnership Room lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (28/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mentransformasi fungsi perpustakaan, dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.
Kepala Dispusip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut perubahan pola pengelolaan perpustakaan. Menurutnya, pendekatan konvensional sudah tidak lagi relevan di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
“Literasi adalah pondasi. Melalui pengelolaan perpustakaan yang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP), kita sedang membangun masa depan Bojonegoro yang unggul dan berdaya saing,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pengelola perpustakaan dituntut memiliki kompetensi yang memadai, mulai dari pengelolaan koleksi, inventarisasi, hingga klasifikasi berbasis digital agar akses informasi semakin mudah dijangkau masyarakat.
Selain itu, Erick juga mendorong seluruh perpustakaan, baik di tingkat instansi maupun desa, untuk menerapkan SNP secara konsisten. Dukungan dari pemerintah desa dinilai penting guna menjaga keberlangsungan perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.
“Perpustakaan harus terus berinovasi agar tetap relevan bagi generasi muda dan menjadi referensi utama informasi yang valid,” tambahnya.
Kegiatan Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur serta diikuti puluhan pengelola perpustakaan dari berbagai wilayah di Bojonegoro.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis penguatan literasi dapat mendorong lahirnya masyarakat yang lebih kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika global. (adi)
#bojonegorokab.go.id











