TROL, Bojonegoro – Antusiasme masyarakat terhadap program Gerakan Pangan Murah (GPM) membludak saat kegiatan digelar, Selasa (28/4). Dalam waktu singkat, total transaksi tercatat mencapai Rp52,68 juta, dengan ribuan kilogram bahan pokok habis terjual.
Sejak pagi hari, ratusan warga yang didominasi ibu rumah tangga memadati lokasi kegiatan. Komoditas beras SPHP menjadi yang paling diminati, dengan total penjualan mencapai 1 ton atau 1.000 kilogram. Selain itu, minyak goreng juga ludes diserbu pembeli dengan total penjualan 990 liter, terdiri dari Minyakita dan minyak goreng premium.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Zaenal Fanani, mengatakan tingginya angka transaksi mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi pasar.
“GPM di Gayam mencatatkan transaksi lebih dari Rp52 juta. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar,” jelasnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah. Pihaknya memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga tetap terjaga.
“Kami juga mengapresiasi masyarakat yang tetap tertib meski antrean cukup panjang. Ke depan, titik pelaksanaan GPM akan diperluas agar manfaatnya semakin merata,” katanya.
Berdasarkan data, penjualan komoditas bahan pokok mendominasi dengan nilai Rp45,28 juta. Selain beras dan minyak goreng, warga juga membeli telur ayam ras sebanyak 93 kilogram, gula konsumsi 100 kilogram, serta berbagai bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan aneka cabai.
Tak hanya itu, pelaku UMKM lokal turut merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Produk rumah tangga seperti sabun, mi instan, tisu, hingga produk UMKM mencatatkan transaksi sebesar Rp7,39 juta.
“Melalui GPM, kami juga memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang. Masyarakat bisa memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu lokasi,” pungkas Zaenal.
Ke depan, DKPP berkomitmen terus memantau pasokan pangan di berbagai wilayah guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (adi)
#bojonegorokab.go.id











