Plt Bupati Tulungagung Sidak Proyek Hotmix Ruas Besuki – Gambiran, Warga Diminta Ikut Awasi

TROL, Tulungagung – Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin melakukan monitoring sekaligus inspeksi mendadak (sidak) terhadap pengerjaan pengaspalan hotmix ruas jalan Besuki–Gambiran, Senin (25/5). Proyek peningkatan infrastruktur tersebut saat ini tengah dikerjakan dengan total panjang sekitar 762 meter.

Dalam tinjauan lapangan itu, Ahmad Baharudin didampingi Camat Besuki, Kepala Desa Besuki, Kabag Pembangunan, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Sementara itu, Sodik, mantan Plt Kabid Bina Marga PUPR Tulungagung, menjelaskan bahwa proyek pengaspalan ruas Besuki–Gambiran dikerjakan oleh CV Sapta Sarana.

Di hadapan warga dan pelaksana proyek, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung tetap menjalankan program pembangunan sesuai rencana meskipun daerah sedang menghadapi berbagai persoalan.

“Pemerintah tetap melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana yang sudah direncanakan. Walaupun Kabupaten Tulungagung ada permasalahan seperti itu, pembangunan tetap berjalan,” ujar Ahmad Baharudin saat meninjau lokasi proyek.

Ia menekankan bahwa seluruh proses pembangunan harus dilaksanakan sesuai regulasi dan administrasi yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun teknis di kemudian hari.

“Semuanya perlu regulasi dan administrasi yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Karena ini harus kita laksanakan dengan regulasi dan administrasi yang benar,” katanya.

Selain proyek ruas Besuki–Gambiran, Pemkab Tulungagung juga tengah mengerjakan sejumlah proyek perbaikan jalan di wilayah lain, di antaranya Desa Wates Kecamatan Sumbergempol, Miri Gambar, kawasan Tumpak Mergo Kecamatan Tanggunggunung, hingga Jeglongharjo yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Meski demikian, di tengah pelaksanaan proyek muncul sejumlah masukan dari masyarakat terkait kualitas pengaspalan yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih agar hasil pembangunan benar-benar maksimal dan memiliki daya tahan yang baik.

Menanggapi hal itu, Ahmad Baharudin meminta masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan proyek pembangunan yang dibiayai menggunakan anggaran publik tersebut.

“Saya harap masyarakat juga bersabar dan ikut mengawasi. Pelaksanaan ini tentu sudah dilakukan sesuai perencanaan dan teori infrastruktur yang ada. Pihak pengawas dan pelaksana nanti akan mengawasi hal tersebut, namun masyarakat juga berhak memberikan masukan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Jalan ini milik kita bersama. Kalau masyarakat merasa memiliki, akhirnya masyarakat juga akan ikut memelihara dan mengawasi supaya pelaksanaannya benar dan bisa awet,” pungkasnya. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *