TROL, Tulungagung – Pemerintah Desa (Pemdes) Sobontoro, kecamatan Boyolangu-Tulungagung, menggelar kenduri dan doa bersama dalam rangka tradisi tahunan Bersih Desa, Jumat (4/7) sore. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sobontoro itu diikuti ratusan warga dan berlangsung khidmat serta penuh semangat kebersamaan.
Tradisi Bersih Desa merupakan agenda tahunan yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan berbagai nikmat yang diterima, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memanjatkan doa agar seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Khotmil Al-Qur’an yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari di Balai Desa Sobontoro. Memasuki pukul 16.00 WIB, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, kemudian ditutup dengan kenduri atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sobontoro H. Sodik Affandi, S.Sos., beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ketua RT dan RW, TP PKK, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sobontoro.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sobontoro H. Sodik Affandi mengatakan tradisi Bersih Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar Desa Sobontoro senantiasa diberikan ketenteraman, kemakmuran, gemah ripah loh jinawi, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh warga hingga anak cucu kita kelak,” ujarnya.
Ia menambahkan, sedekah yang diberikan masyarakat dalam pelaksanaan Bersih Desa memiliki makna sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membersihkan diri dari dosa dan kesalahan dengan mengharap ridha serta ampunan Allah SWT.
Sodik Affandi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut, baik melalui tenaga, waktu, maupun sedekah yang diberikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan memberikan dukungan sehingga kegiatan Bersih Desa dapat terlaksana dengan baik. Semoga apa yang telah disedekahkan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Di hadapan para tamu undangan dan masyarakat, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara, mulai dari penyambutan, penyediaan tempat duduk hingga hidangan yang disajikan.
Tradisi Bersih Desa di Sobontoro tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai religius masyarakat, tetapi juga menjadi media mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong antar warga. Pemerintah desa berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut terus terjaga dan dapat dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat desa Sobontoro. (jk)











