TROL, Madiun – Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menghadiri rangkaian kegiatan Sepasar ing Madiun (Spasma) yang digelar di Desa Tiron, Kabupaten Madiun, Minggu (5/7). Agenda tersebut menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus upaya menggerakkan perekonomian masyarakat melalui promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Mas Hariwur itu menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan daerah. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif menjadi syarat agar seluruh program pemerintah dapat berjalan secara optimal.
“Kerukunan dan kegotongroyongan adalah modal terbesar yang kita miliki. Melalui momentum Spasma ini, saya mengajak seluruh warga Desa Tiron dan masyarakat Madiun pada umumnya untuk terus saling menjaga silaturahmi, menghormati perbedaan, dan bersatu padu membangun daerah,” ucap Mas Hariwur.
Ia menilai Spasma tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata. Ribuan warga yang hadir dinilai menjadi potensi pasar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan lokal.
“Kita ingin Spasma ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan dan peluang ekonomi. Dengan banyaknya warga yang berkumpul, produk-produk UMKM asli daerah harus mengambil peran agar perputaran uang terjadi di sini. Ini adalah langkah nyata kita bersama untuk membangkitkan ekonomi dari tingkat desa,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan secara seremonial, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan-stan UMKM dan produk unggulan desa oleh Bupati Madiun bersama rombongan. Sejak sore hari, kawasan penyelenggaraan dipadati ribuan masyarakat yang antusias menikmati beragam sajian budaya, kuliner, dan produk lokal.
Memasuki malam hari, kemeriahan Spasma semakin terasa saat panggung hiburan rakyat menghadirkan komedian Cak Percil bersama grup lawak Guyon Maton. Penampilan mereka berhasil mengundang gelak tawa penonton melalui guyonan khas Jawa Timuran yang dipadukan dengan musik campursari. Di sela-sela pertunjukan, para seniman juga menyampaikan pesan-pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan Spasma di Desa Tiron turut dihadiri Wakil Bupati Madiun Dr. Purnomo Hadi, M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala perangkat daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Melalui penyelenggaraan Spasma, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Kehadiran masyarakat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM dan warga desa. (*)
*prokopimkabmadiun











