TROL, Tulungagung – Pemerintah Desa (Pemdes) Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Jumat (14/8). Forum tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dan penyepakatan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.
Musrenbangdes yang berlangsung di Kantor Desa Penjor itu diikuti berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pagerwojo, Kepala Desa Penjor beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua BPD beserta anggota, LPM, LKD, Karang Taruna, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Kepala Desa Penjor, Tarno mengatakan Musrenbangdes merupakan tahapan strategis dalam menentukan arah pembangunan desa untuk tahun berikutnya. Hasil pembahasan dalam forum tersebut akan menjadi dasar penyusunan RKPDes 2027.
“RKPDes adalah dokumen perencanaan yang memuat pokok-pokok kebijakan pembangunan desa dan menuntun ke arah tujuan pencapaian visi dan misi desa,” kata Tarno.
Menurutnya, Musrenbangdes tidak sekadar menjadi forum untuk menampung aspirasi masyarakat. Lebih dari itu, forum tersebut digunakan untuk menentukan skala prioritas pembangunan sekaligus menyepakati program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta dibiayai melalui APBDes.
“Kegiatan pembangunan yang direncanakan meliputi kegiatan prioritas. Hal ini wajib ada sebagaimana ketentuan Pemerintah Pusat,” tuturnya.
Tarno menjelaskan, tidak seluruh usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat dapat dibiayai melalui APBDes. Karena itu, usulan yang belum masuk dalam kemampuan pembiayaan desa akan tetap dicatat sebagai daftar usulan untuk diperjuangkan melalui jenjang pemerintahan di atasnya.
“Bila ada usulan kegiatan yang tidak bisa dibiayai APBDes, dapat dimasukkan ke dalam daftar usulan. Daftar usulan ini nanti akan kita bahas di kecamatan dan akan diusulkan ke kabupaten, provinsi dan pusat,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses perencanaan pembangunan desa harus dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas masyarakat. Dengan demikian, program yang nantinya masuk dalam RKPDes diharapkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan warga.
Tarno pun berharap seluruh program yang telah direncanakan dan disepakati dapat terealisasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan.
“Semoga perencanaan bisa terealisasi semua sesuai dengan prioritas usulan. Tentunya, diharapkan juga nantinya bisa membawa manfaat bagi masyarakat Desa Penjor, sehingga memperlancar roda perekonomian yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Musrenbangdes tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemdes Penjor bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun arah pembangunan desa secara partisipatif, dengan mengedepankan kebutuhan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di desa Penjor. (jk)











