Pemkab Bojonegoro Cetak 150 Wirausahawan Muda, Dorong UMKM Naik Kelas

TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong lahirnya wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif melalui Bootcamp UMKM/Pemuda. Sebanyak 150 pemuda dari 24 kecamatan terpilih mengikuti program yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro.

Bootcamp tersebut dibuka Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Pendopo Malowopati, Rabu (26/8). Dalam kesempatan itu, Nurul meminta para peserta memiliki mental petarung untuk menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat.

Menurutnya, menjadi pelaku usaha membutuhkan keberanian mengambil risiko dan ketangguhan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan.

“Dunia ke depan penuh dengan tantangan. Ada dua pilihan jalur hidup, tetap berada di zona nyaman tanpa berani mengambil risiko, atau menjadi seorang petarung. Jiwa petarung mungkin jatuh berulang kali, tetapi ia akan selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada keadaan,” kata Nurul Azizah.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak cepat berpuas diri dan terus mengembangkan kemampuan. Kesempatan mengikuti pelatihan, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jejaring usaha.

“Kesempatan emas seperti ini tidak datang dua kali. Manfaatkan ilmu dan jaringan yang didapat dari narasumber dengan sebaik-baiknya. Ubah pola pikir dan tindakanmu hari ini untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Nurul turut mendorong pemuda Bojonegoro memegang prinsip keberanian dan kerja keras. Semangat tersebut tercermin dalam ungkapan Jawa yen ora obah, ora mamah, yang mengandung pesan bahwa seseorang harus bergerak dan berusaha untuk mencapai hasil.

Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang Sugianto mengatakan tingginya minat pemuda terhadap dunia kewirausahaan terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 215 orang.

Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 150 peserta dinyatakan lolos. Mereka berasal dari seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

“Dari 215 pendaftar, kami melakukan seleksi ketat dan memilih 150 peserta terbaik yang tersebar dari 24 kecamatan,” kata Arief.

Menurut Arief, bootcamp tersebut tidak dirancang sebatas memberikan materi teori. Peserta akan mendapatkan pelatihan berbasis praktik agar mampu menghasilkan produk maupun mengembangkan usaha yang memiliki daya saing.

“Bootcamp ini bukan sekadar teori, tetapi 100 persen didesain berbasis praktikum langsung hingga menghasilkan produk yang siap bersaing,” jelasnya.

Program pelatihan berlangsung mulai 27 Agustus hingga 9 September 2026. Peserta akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari di masing-masing lokasi dengan pendampingan enam mitra lembaga pelatihan profesional.

Bidang usaha peserta cukup beragam. Di antaranya olahan pangan dan hasil pertanian, budidaya jamur tiram, pertanian modern, affiliator digital, jasa Master of Ceremony (MC), serta kerajinan tangan.

Arief mengatakan program tersebut memiliki target jangka panjang, yakni melahirkan wirausahawan muda baru sekaligus memperkuat kapasitas pemuda yang telah memiliki usaha.

Pemkab Bojonegoro berharap pertumbuhan bisnis para peserta nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Ketika bisnis mereka tumbuh dan berdaya, mereka dapat merekrut tenaga kerja lokal, sehingga membantu pemerintah daerah bermigrasi dari sektor informal ke formal dan menurunkan angka pengangguran di Bojonegoro,” ucapnya.

Selain peningkatan kapasitas, bootcamp juga diarahkan untuk membangun ekosistem kewirausahaan melalui jejaring antarpeserta. Pemerintah daerah memberikan fasilitas pelatihan sebagai stimulus awal, sementara pengembangan usaha selanjutnya diharapkan dapat dilakukan secara mandiri.

Pengalaman alumni program serupa menunjukkan jejaring yang terbentuk selama pelatihan dapat terus berkembang setelah kegiatan berakhir. Bahkan, tidak sedikit peserta yang kemudian berkolaborasi untuk mengembangkan usaha bersama.

Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak pemuda yang berani menjadi pelaku usaha, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta menciptakan lapangan kerja baru di daerah. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *