Plt Bupati Ahmad Baharudin Tutup MTQ XXXII Tulungagung, Kecamatan Tulungagung Kota Sabet Juara Umum

TROL, Tulungagung – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi berakhir. Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari, 4-6 September 2026, di GOR Lembupeteng itu diikuti sebanyak 470 peserta dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.

Rangkaian MTQ ditutup secara resmi oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin pada Minggu (6/9) malam.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXII, mulai dari panitia, Dewan Hakim, pembina, ofisial, peserta hingga masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan MTQ tahun ini bisa berlangsung dengan sukses dan lancar. Kepada para juara saya ucapkan selamat dan sukses,” kata Ahmad Baharudin sebelum menutup kegiatan.

Ia meminta para peserta yang berhasil meraih prestasi tidak cepat berpuas diri. Prestasi tersebut, kata dia, harus menjadi pemacu untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, Ahmad meminta agar tidak berkecil hati. Pengalaman selama mengikuti MTQ hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

“Jadikan pengalaman ini sebagai evaluasi dan semangat untuk meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang. Bagi yang belum juara, anggaplah ini adalah juara yang tertunda,” pesannya.

Menurut Ahmad Baharudin, MTQ pada hakikatnya tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik. Lebih jauh, MTQ merupakan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

plt bupati tulungagung, ahmad baharudin memberikan sambutan

“Semangat MTQ tidak berhenti pada malam penutupan ini. Nilai-nilai Al-Qur’an harus terus hidup dalam keluarga, pendidikan, masyarakat hingga pemerintahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, perkembangan zaman yang semakin cepat menuntut adanya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat serta tetap berpegang pada nilai agama, moral dan budaya bangsa.

Karena itu, pembinaan generasi Qurani dinilai perlu terus diperkuat. MTQ diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mendorong generasi muda agar gemar menghafal, memahami sekaligus mengamalkan Al-Qur’an.

“Pembinaan generasi Qurani harus terus ditingkatkan. Jadikan kesempatan ini untuk belajar menghafal, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Ahmad Baharudin berharap MTQ XXXII meninggalkan warisan yang lebih besar daripada sekadar daftar nama para juara. Ukuran keberhasilan MTQ, menurutnya, juga tercermin dari semakin tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Harapan kami, lahir generasi muda Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Tulungagung Kota Raih Juara Umum

Sementara itu, Camat Tulungagung Kota Hari Prastijo, yang akrab disapa Yoyok, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan kafilah Kecamatan Tulungagung Kota meraih juara umum MTQ XXXII tingkat Kabupaten Tulungagung.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran LPTQ Kecamatan Tulungagung Kota serta para kafilah yang telah berjuang dan memberikan hasil terbaik.

“Alhamdulillah, terima kasih atas keberhasilan tim kita yang berhasil meraih juara umum dalam MTQ tingkat Kabupaten Tulungagung tahun ini. Tentunya ini merupakan kado terbaik bagi saya yang sebentar lagi akan memasuki purna tugas,” ungkap Yoyok.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi penutup manis bagi rangkaian MTQ XXXII Kabupaten Tulungagung tahun 2026.

Dalam acara penutupan tersebut turut hadir Sekdakab Tulungagung Tri Hariadi, Kabag Kesra Makrus Manan, perwakilan Forkopimda, jajaran kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Tulungagung. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *