Pacitan Gelar Festival Film Horor 2026, 75 Film Lolos Nominasi

TROL, Pacitan – Kabupaten Pacitan kembali menjadi tuan rumah Festival Film Horor (FFH) 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, festival yang mengusung tema “Indigo” ini berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 dengan melibatkan sineas dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan FFH 2026 digelar di Pantai Pancer Dor, Rabu (14/10), dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Sejumlah tokoh perfilman nasional turut hadir, di antaranya sutradara sekaligus pendiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Garin Nugroho, serta aktor, penulis, dan sutradara Dennis Adhiswara. Komunitas Jogja Film Academy (JFA) juga ambil bagian dalam festival tersebut.

Tema “Indigo” diangkat dengan semangat mengajak masyarakat melihat yang terlihat, membaca yang terlupakan, dan membangun yang akan datang.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap FFH dapat menjadi ruang bagi sineas untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas kesempatan bagi pembuat film lokal untuk menunjukkan karyanya.

“Kita berharap FFH 2026 ini bisa lebih baik lagi, memberikan ruang kreativitas lebih untuk para sineas, baik sineas lokal Pacitan atau dari luar daerah,” kata Indrata, Rabu (14/10).

Selain menjadi wadah bagi insan perfilman, penyelenggaraan FFH 2026 diharapkan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pacitan.

Ketua panitia FFH 2026, Idam Nugrahadi, mengatakan panitia menerima 290 karya film yang didaftarkan peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 film lolos kurasi dan masuk nominasi.

“Peserta yang mendaftarkan karyanya berasal dari 42 kota dan provinsi se-Indonesia,” ucapnya.

Sebanyak 75 film tersebut akan ditayangkan di lima lokasi di Pacitan. Pemutaran dilakukan melalui konsep bioskop rakyat dan layar terbuka agar masyarakat dapat mengakses berbagai karya yang menjadi bagian dari festival.

Lokasi pemutaran meliputi Bioskop Rakyat Mbah Sayem di Gedung Karya Dharma, Bioskop Rakyat Laut Selatan di Gedung Gasibu Swadaya, Bioskop Rakyat Gunung Karst Tobong di Alun-alun Pacitan, serta Bioskop Rakyat Gua Karst di Pasar Sawo. Satu lokasi lainnya berada di lapangan bola voli Alun-alun Pacitan dengan konsep layar terbuka.

Selama empat hari penyelenggaraan, FFH 2026 menjadi ruang pertemuan sineas lintas daerah sekaligus menghadirkan pemutaran film bagi masyarakat Pacitan. Festival ini juga diharapkan dapat memperluas akses terhadap karya film serta mendukung geliat pariwisata dan ekonomi lokal. (can)

*sumber: prokopimpacitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *