TROL, Bojonegoro – Prosesi penyemayaman Api Abadi dan doa bersama lintas agama mewarnai peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 di Pendopo Malowopati, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (19/10). Prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan dan melanjutkan pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab Api Abadi dari Pendopo Kecamatan Trucuk menuju Kantor Bakorwil Bojonegoro. Api kemudian dibawa ke Pendopo Malowopati untuk menjalani prosesi penyemayaman.
Dalam prosesi tersebut, Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya membawa Api Abadi untuk diserahkan kepada Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar. Selanjutnya, api diserahkan kepada Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah sebelum akhirnya disemayamkan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Prosesi dilanjutkan dengan pembukaan acara, pertunjukan Tari Api Kayangan, penampilan Hastungkoro, serta doa bersama lintas agama yang melibatkan perwakilan lima agama.
Doa bersama tersebut menjadi wujud syukur atas perjalanan Kabupaten Bojonegoro sekaligus simbol kerukunan antarumat beragama. Momentum hari jadi diharapkan dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, penyemayaman Api Abadi bukan sekadar seremoni dalam peringatan hari jadi, melainkan memiliki makna filosofis tentang semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan terhadap daerah.
“Api dari Kayangan Api ini merupakan simbol semangat, perjuangan, pengabdian, dan kecintaan kita kepada Kabupaten Bojonegoro yang tak boleh padam,” ucap Setyo Wahono dalam sambutannya.
Menurutnya, Api Abadi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menghargai sejarah, mengenang jasa para pendahulu, serta meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui kerja nyata dan kolaborasi.
Ia menekankan, menjaga warisan sejarah harus berjalan seiring dengan tanggung jawab melanjutkan pembangunan. Setiap kebijakan dan program pemerintah, kata dia, perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan persatuan, kebersamaan, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kita optimistis dapat mewujudkan Kabupaten Bojonegoro yang produktif, semakin maju, sejahtera, dan membanggakan,” ungkapnya.
Setyo Wahono juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan HJB ke-349 sebagai momentum refleksi atas perjalanan pembangunan Bojonegoro. Berbagai capaian yang telah diraih perlu menjadi pijakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda.
“Ini juga bagian kita untuk melakukan refleksi atas berbagai upaya yang telah dicapai, yang telah kita lakukan, yang telah kita raih, serta pekerjaan yang masih perlu kita tuntaskan,” katanya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan peringatan HJB ke-349 kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba logo Hari Jadi Bojonegoro, sambutan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, serta pemotongan tumpeng.
Melalui prosesi penyemayaman Api Abadi dan doa lintas agama, peringatan HJB ke-349 diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong untuk membawa Bojonegoro menuju masa depan yang lebih baik. (adi)
*sumber: bojonegoro.go.id











