TROL, Tulungagung – Kecamatan Pagerwojo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pendopo Kecamatan Pagerwojo, Kamis (5/11). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia sekaligus menyemarakan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Camat Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, SE, M.A.P., mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan dasar masyarakat tetap dapat dijangkau.
“Gerakan Pangan Murah merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan kebutuhan pangan dasar masyarakat dapat terjangkau. Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi seluruh keluarga di Kecamatan Pagerwojo, meringankan beban pengeluaran, dan menjaga ketahanan pangan kita bersama,” tuturnya.
Selain kegiatan pangan murah, acara tersebut juga diramaikan dengan Lomba Mewarnai tingkat PAUD se-Kecamatan Pagerwojo yang diikuti sebanyak 126 peserta dari seluruh lembaga PAUD se-Kecamatan Pagerwojo. Para peserta mengikuti lomba dengan didampingi ayah atau ibu masing-masing.
Keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan dukungan kepada anak selama mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Lomba mewarnai sekaligus menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, melatih kepekaan seni, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini.

Camat Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, SE., M.A.P., mengapresiasi semangat dan kreativitas anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Tak kalah istimewa, hari ini juga kita saksikan semangat dan kreativitas putra-putri kita melalui Lomba Mewarnai tingkat PAUD. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana menumbuhkan kepercayaan diri, melatih kepekaan seni, dan menggali potensi anak sejak usia dini,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program BKKBN melalui GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Kehadiran ayah maupun ibu sebagai pendamping menunjukkan bahwa proses pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran bahwa peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga hadir dalam proses pengasuhan, pendidikan, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan yang sama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pagerwojo juga mengikuti rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tulungagung melalui Zoom Meeting. Partisipasi tersebut menjadi wujud sinergi dan dukungan pemerintah kecamatan terhadap program pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kecamatan Pagerwojo tidak hanya mendorong terwujudnya pangan yang terjangkau, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga melalui keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak sejak usia dini. (jk)











