Zona Tengah Jadi Penyumbang Peserta Terbanyak MTQ Bojonegoro, Capai 330 Orang

TROL, Bojonegoro – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bojonegoro Zona 2 atau wilayah tengah resmi digelar di Pondok Pesantren Abu Dzarrin, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Sebanyak 330 peserta dari 10 kecamatan mengikuti rangkaian MTQ di zona tersebut.

Jumlah peserta itu menjadikan Zona 2 sebagai wilayah dengan kepesertaan terbanyak dibandingkan dua zona lainnya. Zona Timur tercatat diikuti 279 peserta, sedangkan Zona Barat sebanyak 288 peserta.

Pembukaan MTQ Zona 2 dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Abu Dzarrin K.H.M. Muna’amul Choir beserta istri, Ketua MUI, DMI, anggota DPRD Komisi A dan C, jajaran Kementerian Agama (Kemenag), KUA, 10 camat wilayah tengah, Forkopimcam Dander, kepala desa, serta sejumlah tamu undangan.

Sepuluh kecamatan yang tergabung dalam Zona 2 yakni Dander, Bojonegoro, Temayang, Bubulan, Trucuk, Malo, Kalitidu, Ngasem, Gondang, dan Sekar.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bojonegoro mengatakan, pelaksanaan MTQ menjadi salah satu upaya untuk membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Menurutnya, MTQ tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Lewat pelaksanaan MTQ, kami berharap dapat mentadaburi Al-Qur’an sekaligus melahirkan hafidz dan hafidzah berprestasi yang mampu mewakili Bojonegoro di tingkat provinsi maupun nasional,” kata Nurul Azizah.

Ia menyebut prestasi Bojonegoro pada ajang MTQ tingkat nasional juga menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui capaian Harapan 1 atas nama Yana pada MTQ Nasional di Semarang tahun 2026.

Nurul Azizah menegaskan, Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk melalui sektor pendidikan.

Pada 2026, Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Teknik Industri Pertanian. Pelaksanaan program tersebut direncanakan dimulai secara bertahap pada 2027.

“Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan dokter spesialis di Bojonegoro,” ucapnya.

Selain penguatan pendidikan formal, Pemkab Bojonegoro juga memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan. Salah satunya melalui penyediaan bantuan beasiswa pondok pesantren untuk mendukung generasi muda dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Bojonegoro Dian Rohmawati mengatakan, Zona Tengah merupakan zona terakhir dalam rangkaian pelaksanaan MTQ Kabupaten Bojonegoro.

Zona ini sekaligus mencatatkan jumlah peserta paling banyak dibandingkan Zona Timur dan Zona Barat.

“Zona Tengah mencatatkan jumlah peserta terbanyak yaitu 330 peserta, sedangkan Zona Timur diikuti 279 peserta dan Zona Barat 288 peserta,” ungkap Dian.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ, khususnya LPTQ dan seluruh wilayah yang berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Dian berharap pelaksanaan MTQ dapat terus digelar secara berkelanjutan. Dengan demikian, semangat masyarakat untuk mempelajari, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dapat terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi bersama LPTQ. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan agar semangat belajar Al-Qur’an terus terjaga,” pungkasnya. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *