Opini  

Lebaran,Corona vs Migor

                   Oleh : Winarto

Menggelitik pernyataan seorang pelajar kelas 11 suatu petang saat saya berkunjung dirumahnya dalam  kunjungan ringan Idul Fitri, Selasa 2 Mei.

Waaah Corona ternyata kalah trend dengan minyak goreng.Hebatnya geger migor sebelumnya ternyata berhenti dan orang tak membicarakan pada lebaran 1 dan lebaran hari kedua, apa geger Corona dan soal Migor masih muncul usai lebaran pakde tanyanya ke saya.Pertanyaan yang tidak mudah dijawab bagi saya,kan lebih baik nikmati jajanan lebaran.

Namun menengok saat puncak mudik di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni terjadi antrian panjang dan berjam-jam di pelabuhan.Pasti pemudik berkerumun dan sulit diurai atau dibubarkan oleh petugas berkenaan dengan protap-prokes, apakah situasi demikian tidak memicu persebaran virus, pemudik hanya butuh segera bisa menaiki kapal dan menyeberang. Jadi tidak perlu dibahas siapa yang paling bertanggung jawab atas terjadinya situasi di Merak itu, namun yang tidak boleh dilupakan bahwa presiden Djoko Widodo kepada seluruh aparaturnya minta agar para pemudik bisa lancar, aman dan nyaman.

Lalu si pelajar tadi tanya soal situasi di Merak itu dan persebaran virus. Hanya saya jawab ya pokoknya mereka selamat sampai tujuan dan saat arus balik tidak macet dengan antrian panjang. Ratusan ribu pemudik menyeberang ke pulau Sumatera dan bakal kembali ke pulau jawa.CNN Indonesia pada 2 Mei menyebut hingga pukul 00.50 terdapat 808 ribu pemudik telah menyeberang ke Bakauheni,dari data itu 51.348 pemudik pejalan kaki, selebihnya adalah pemudik berkendaraan.
Data Covid-19 dari kemenkes.go.id pada Rabu 4 Mei 2022 hingga pukul 00:21:65 terkonfirmasi 6.047.313 dan meninggal156.305 orang.

Lalu heboh sebelumnya soal kelangkaan minyak goreng yang memicu naiknya harga hingga mencapi 24 ribu per-liter seperti diberitakan kompas.com pada 4 Pebruari lalu memang menyedihkan, sebab harga normalnya hanya 14 ribu per-liter untuk kemasan dan hanya 11.500 minyak goreng curah.Tetapi  hari lebaran masyarakat lebih asyik menikmati jajanan lebaran dan tidak bahas migor lagi, usai lebaran dengan harapan harga migor tetap  se-nikmat jajan lebaran.

Berkaitan minyak goreng, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat pada 2021 produksi Crude Palm Oil (CPO) sebesar 46.888 juta ton, sedangkan konsumsi dalam negeri adalah 18.422 juta ton , dari data itu 35 persen merupakan minyak goreng premium, sisanya adalah minyak goreng curah.

United States Department of Agrikultura pada 3 Pebruari 2022 lalu menyebut Data Konsumsi Minyak Sawit Untuk Makanan VS Industri Makanan di Indonesia (2019 – 2022) adalah sebesar 8.800 juta ton. Dengan gambaran itu maka harga migor tetap nikmat meski lebaran-nya habis.

Terlebih presiden Jokowi dalam beberapa waktu tegas melarang penjualan CPO ke luar negeri, artinya jika tidak ada yang “berenang” di minyak goreng maka tidak akan langka lagi.Lebih – lebih jika presiden Jokowi tegas ” apabila arus balik tetap terjadi macet yang berpotensi gagal prokes dalam pengendalian persebaran covid” tegas pejabatnya ditindak.(Penulis adalah Pimpinan Redaksi media ini,dan aktif sebagai relawan kemanusian tinggal di Jawa Timur) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *