Kritik Fauzi As ke Polri Viral: “Taman Polres di Atas Kuburan Rakyat”

foto: fauzi as

TROL, Sumenep – Kritik pedas dari penulis asal Madura, Fauzi As, terhadap institusi kepolisian mendadak viral di berbagai platform media sosial 25 Agustus 2025. Tulisan berjudul “Pak Kapolri, Janjimu Dipalsukan: Taman Polres di Atas Kuburan Rakyat” itu ramai dibagikan warganet karena dianggap mewakili suara hati rakyat kecil.

Dalam opininya, Fauzi menyoroti rencana alokasi miliaran rupiah dari APBD untuk mempercantik Polres Sumenep, mulai dari pembangunan lanjutan kantin 499 juta, meubelair 300 juta, interior rumah dinas Kapolres 199 juta, interior Satreskrim 200 juta, hingga pembangunan taman Satreskrim 150 juta. Di luar itu, masih ada pembangunan gedung SPPG Polri 1,7 miliar di Ambunten dan 1,6 miliar di Arjasa.

“Ini bukan sekadar kebijakan, tapi penghinaan terhadap rakyat kecil. Bantuan rumah rakyat dikorupsi, sementara rumah pejabat didandani,” tulis Fauzi dalam opininya.

Viral di Media Sosial

Tulisan tersebut memantik perdebatan luas. Di platform TikTok tagar Janji Kapolri dan Polres Sumenep sempat ramai digunakan warganet.

Banyak yang menyoroti ironi: saat nelayan kesulitan solar dan petani kehabisan modal, Polres justru mendapat fasilitas mewah. “Polri Presisi katanya, tapi yang presisi cuma hitung-hitungan proyek,” tulis salah satu akun.

Komentar Rakyat

Beberapa warga Sumenep juga ikut bersuara, menegaskan bahwa kritik Fauzi bukan sekadar tulisan, tapi realitas yang mereka alami sehari-hari.

Samsul, nelayan Kepulauan:

“Kami nunggu solar semalam suntuk, kadang pulang dengan jerigen kosong. Tapi uang miliaran keluar buat taman polisi. Sakit hati rasanya.”

Pandi, petani tembakau:

“Harga tembakau anjlok, pupuk mahal, rumah bocor tak ada bantuan. Kalau untuk rumah dinas Kapolres, miliaran bisa ada. Rakyat ini apa dianggap sampah?”

Syafi’i, pedagang pasar:

“Tulisan Fauzi itu pas sekali. Polisi sekarang sibuk bangun taman, bukan sibuk lindungi rakyat.”

Pak Kapolri Dipertanyakan

Gelombang komentar publik yang viral ini kemudian diarahkan ke Kapolri. Janji yang pernah ia ucapkan untuk menindak aparat nakal dan hidup sederhana dituding sudah dipalsukan di meja anggaran.

Seorang akademisi lokal menilai, kritik yang viral ini menunjukkan menurunnya kepercayaan masyarakat. “Institusi Polri seharusnya memperbaiki citra dengan kinerja, bukan dengan taman mewah. Kalau tidak, kritik seperti tulisan Fauzi akan terus jadi bola salju.”

Viralnya tulisan Fauzi As menegaskan satu hal: suara rakyat kecil tetap menemukan jalannya. Kritik tajam yang lahir dari tanah tandus Madura kini menggema ke ruang publik nasional. Pertanyaannya kini, apakah Kapolri berani menjawab kritik ini, atau membiarkannya menjadi catatan sejarah bahwa janji-janji hanya tinggal hiasan?

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Polres Sumenep belum memberikan klarifikasi resmi terkait Anggaran pembangunan yang di anggarkan dari APBD.

(hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *