TROL, Kota Blitar – Musim pancaroba, BPBD Kota Blitar menilai wilayahnya masih aman dari ancaman kekeringan dan krisis air bersih. Kondisi ini tidak lepas dari langkah antisipatif yang dilakukan melalui program mitigasi dan pemetaan wilayah rawan kekeringan.
Kalaksa BPBD Kota Blitar, Agus Suherli menjelaskan bahwa hingga bulan Oktober 2025, pihaknya belum menerima laporan adanya krisis air bersih di titik-titik yang sebelumnya dipetakan sebagai daerah rawan kekeringan.
“Hingga saat ini, Kota Blitar masih aman dari kekeringan. Kami terus melakukan pemantauan dan belum ada laporan dari masyarakat terkait krisis air bersih di wilayah yang berpotensi terdampak,” jelas Agus.
Agus menerangkan, sejak tahun 2023 hingga 2024, BPBD Kota Blitar telah memetakan 21 titik di tujuh kelurahan yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau atau pancaroba. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Sentul, Tanggung, Ngadirejo, Gedog, Jatimalang, Sukorejo, dan Tanjungsari.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kota Blitar telah menyiapkan fasilitas pendukung berupa tandon air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bila sewaktu-waktu terjadi krisis air. BPBD Provinsi Jawa Timur turut memberikan sekitar 24 tandon air yang disiagakan untuk mencakup 21 titik tersebut.
“Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan tambahan, BPBD Provinsi Jawa Timur siap membantu mengirimkan tandon tambahan,” imbuhnya.
Selain penyediaan sarana air bersih, BPBD juga menjalin koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, guna memastikan distribusi air bersih berjalan lancar bila situasi darurat terjadi.
Agus berharap upaya mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjaga ketersediaan air bersih bagi warga Kota Blitar. Sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana kekeringan di masa mendatang. (*)
#blitarkota.go.id











