TROL, Tulungagung – Suasana ruang tunggu rawat jalan di RSUD Campurdarat kini tidak hanya dipenuhi aktivitas pelayanan kesehatan. Di sela antrean pemeriksaan, pasien dan keluarga juga mendapatkan edukasi langsung mengenai berbagai isu kesehatan melalui program penyuluhan rutin yang digelar rumah sakit.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen RSUD Campurdarat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, rumah sakit ingin membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan penerapan pola hidup sehat.
Program penyuluhan kesehatan tersebut dilaksanakan secara berkala setiap dua minggu hingga satu bulan sekali di lobi ruang tunggu pasien rawat jalan. Dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien, tenaga kesehatan memberikan informasi yang praktis dan mudah dipahami, mulai dari pencegahan penyakit, pengelolaan penyakit kronis, hingga pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Manajemen RSUD Campurdarat menyebutkan bahwa rumah sakit memiliki peran lebih luas sebagai pusat komunikasi dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
“Kami ingin menjadikan rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, tetapi juga ruang belajar kesehatan bagi masyarakat. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu membantu masyarakat lebih memahami cara menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini,” ujar pihak manajemen RSUD Campurdarat, Rabu (20/5).

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan sehingga pasien maupun keluarga pasien dapat berdialog langsung dan mengajukan pertanyaan terkait masalah kesehatan yang mereka hadapi.
Tidak berhenti pada edukasi tatap muka, RSUD Campurdarat juga mulai memperluas jangkauan informasi kesehatan melalui platform digital. Melalui podcast kesehatan bertajuk “Karneni Talk”, rumah sakit menghadirkan pembahasan berbagai isu kesehatan yang sedang berkembang di masyarakat.
Podcast yang tayang setiap bulan tersebut menghadirkan dokter dan tenaga medis profesional sebagai narasumber. Dengan konsep yang ringan dan komunikatif, “Karneni Talk” diharapkan mampu menjadi media edukasi kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat kapan saja dan di mana saja.
Kehadiran program ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi RSUD Campurdarat terhadap perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan.
Melalui kombinasi edukasi langsung dan konten digital kreatif, RSUD Campurdarat berharap dapat terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Campurdarat dan sekitarnya. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan rumah sakit yang lebih humanis, informatif, dan dekat dengan masyarakat. (jk)











