Sosial  

TA Bupati Sumenep Apresiasi PWRI Gelar Mimbar Jurnalistik di Pelosok: Investasi Literasi Masa Depan

foto: istimewa (dok pwri sumenep)

TROL, Sumenep – Tenaga Ahli (TA) Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), Ibnu Hajar, memberikan apresiasi terhadap langkah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang menggelar Mimbar Jurnalistik sekaligus penyerahan hibah 50 eksemplar buku kepada pelajar.

Menurut Ibnu Hajar, gerakan penguatan literasi yang dilakukan PWRI Sumenep memiliki nilai strategis, terutama karena menyasar wilayah pelosok desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan literasi.

“Saya mengapresiasi gerakan penguatan literasi yang dilakukan PWRI Kabupaten Sumenep, apalagi gerakan ini menyisir daerah pelosok. Ini akan menjadi investasi masa depan,” ujar Ibnu Hajar saat

menghadiri kegiatan tersebut di Lembaga Pendidikan Islam Ar-Roqy, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Selasa (10/2).

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui peran Tenaga Ahli Bupati siap memberikan dukungan penuh agar kegiatan literasi yang digagas PWRI tidak berhenti pada satu momentum saja.

“Tentu sebagai TA Bupati Sumenep saya berharap dan akan mendukung penuh supaya gerakan penguatan literasi ini dijadikan agenda rutin oleh teman-teman PWRI Sumenep,” tambahnya.

Kegiatan Mimbar Jurnalistik ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dikemas dengan pendekatan edukatif bagi pelajar.

Selain diskusi jurnalistik, PWRI Sumenep juga menyerahkan hibah buku guna memperkaya bahan bacaan di lingkungan sekolah.

Ketua PWRI Sumenep, Rusydiyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap dunia pendidikan dan upaya mencerdaskan generasi muda di era digital.

“Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui mimbar jurnalistik ini, kami ingin pelajar memahami peran pers, etika jurnalistik, serta memiliki nalar kritis dalam menyikapi informasi,” ujarnya.

PWRI Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *