Opini  

Menyoal Kembali Skandal Bellezza Ahmad Fauzi Tercatut

                     Oleh : Rudi Hartono

(Pimp.TransIndonesia Kabupaten Sumenep)

 

TROL – Skandal Bellezza adalah peristiwa besar, menyangkut duit migas untuk Sumenep yang dirampok komplotan di Jakarta, tepatnya di Bellezza Office Walk Lt. 2 nomor 11 A dan 11 B Jl. Letjen Soepeno nomor 34 Arteri Permata Hijau kelurahan Grogol Utara kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Diantara nama yang disebut adalah Ahmad Fauzi (kini menjabat bupati Sumenep) , nama lainya adalah Sitrul Arsyih Musa’ie, sang direktur, Ariadi Subandrio, Suprayogi dan Taufadi.Nama terakir dan Sitrul telah dipenjara.

Sepanjang tahun 2011-2015, tak tampak wajah Taufadi di Bellezza, kecuali Sitrul Arsyih Musa’ie, Suprayogi, Ahmad Fauzi dan Ariadi Subandrio, Taufadi dijebloskan penjara karena dakwaan penggunaan duit PT WUS diluar peruntukan sebagaimana dipersyaratkan Perda No. 4 tahun 2008 tentang PT WUS.

Kisah ini bukan soal Taufadi, tapi tentang Ahmad Fauzi yang saat ini menjabat bupati Sumenep.Jika meminjam terminologi Joel S. Migdal (2004) dan Vedi R. Hadiz (2010) sebagai Lokal Strong Man.
meski dugaan banyak kawan ia berada di bawah bayang-bayang The Godfather—meminjam istilah Mario Puzo dalam Novel The Godfather (1969).Sulaisi Abdurrazaq Ketua YLBH Madura, yang dimuat pada media online Madura. Sebab kata Sulaisi Ahmad Fauzi selamat dari jerat hukum meski secara bersama-sama dengan Sitrul Arsyih Musa’ie dan Suprayogi berkomplot menggelar pesta penghianatan terhadap rakyat Sumekar.

Modus Operandi

Mereka berkumpul di Bellezza Office Walk Jakarta, mengatur siasat demi siasat agar duit bisa keluar, datanglah mereka ke Bank Mandiri KCP ITC Permata Hijau Jakarta dengan tujuan mau buka rekening PT. WUS, tapi ditolak , karena alamat PT. WUS di Sumenep, bukan Jakarta.

Sitrul punya siasat, dibuatlah surat kepada Dewan Komisaris PT WUS tanggal 1 Juli 2011 perihal Permohonan Persetujuan Pendirian Kantor Perwakilan PT WUS di Jakarta, lalu PT WUS membalas tanggal 4 Juli 2011 dan menyetujui, ini dagelan bro, tepatnya teatrikal elit yang gagal selamat, kecuali Ahmad Fauzi.

Kenapa dagelan, karena surat persetujuan itu tanda tangan Suprayogi, tak lain Komisaris yang patuh pada Sitrul, kasian banget Komisaris Utama Sungkono Sidik.

Ahmad Fauzi saat menjadi wakil bupati ditunjuk sebagai kepala kantor perwakilan PT WUS di Jakarta ,dan rekening bank Mandiri ITC Permata Hijau berhasil dibuka dalam bentuk rupiah dan dolar, nomor rupiah: 102-000-6677667, dan yang bentuk dolar: 102-000-5737330, padahal PT WUS Sumenep sudah punya rekening.

Uang sebanyak 203.630.,05 dolar Amerika dan 4.43.290.317,58 rupiah berhasil dikantongi Sitrul, yang kemudian divonis,1 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *