Bupati Madiun Tinjau Pelatihan Las dan CPMI, Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

TROL, Madiun – Bupati Madiun H. Hari Wuryanto meninjau pelaksanaan Pelatihan Kejuruan Las Listrik Gelombang I di Desa Geger serta pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Selasa (28/4). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi.

Dalam agenda itu, Bupati juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan mess, mushola, dan asrama instruktur sebagai fasilitas penunjang pelatihan.

Pelatihan merupakan kerja sama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun dengan LPK Dinar Berlian Mandiri. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.

Pimpinan Aclasindo Inti Persada, Suhendro, mengatakan pelatihan yang berlangsung saat ini merupakan angkatan ke-25 dan ke-26 untuk kompetensi pengelasan SMAW level 3G dan telah memasuki hari ke-26. Dari total peserta, sebanyak 16 orang telah terserap di dunia industri.

“Mereka bekerja di antaranya di PT KBT Inka Multi Solusi, PT Mitra Bina Mandiri Makmur di Pasuruan, serta perusahaan di Surabaya,” tuturnya.

Bupati Madiun mengapresiasi peran Aclasindo dalam mendukung penyiapan tenaga kerja terampil dan bersertifikat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menekan pengangguran.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan stakeholder sangat penting untuk mengatasi pengangguran,” katanya.

Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun turun dari 4,33 persen menjadi 3,22 persen. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mendorong masuknya investasi di berbagai sektor industri, seperti alas kaki, makanan, mainan, dan plastik guna memperluas lapangan kerja.

“Kami ingin masyarakat Madiun memiliki kesempatan kerja di daerah sendiri. Jika industri tumbuh dan SDM siap, kesejahteraan akan meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun menekankan pentingnya kompetensi dan sertifikasi dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Ia menilai lembaga pelatihan memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja profesional.

Saat meninjau pelatihan CPMI, Bupati menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan pengangguran sekaligus memastikan perlindungan bagi pekerja migran.

“Pelatihan harus sesuai regulasi agar pekerja migran berangkat melalui jalur resmi dan aman,” katanya.

Ia berharap peserta memiliki keterampilan yang memadai, termasuk kemampuan bahasa dan pelayanan, sehingga mampu bekerja secara profesional dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menyebut minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri masih tinggi. Pada 2025, tercatat 1.731 warga bekerja di luar negeri, sementara Januari hingga April 2026 mencapai 552 orang.

“Karena animo tinggi, kami terus mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kompetensi calon pekerja migran. Pelatihan ini berlangsung hingga 29 Mei 2026,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah terkait, Forkopimcam Dagangan, serta Kepala Desa Banjarsari Kulon. (*)

 

#prokopimkabmadiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *