Gubernur Khofifah Lepas Ribuan Siswa SMK Jatim Magang Kerja ke Luar Negeri

TROL, Tulungagung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas peserta Program Magang Kerja Luar Negeri bagi siswa SMK negeri dan swasta serta alumni pekerja migran Indonesia (PMI) dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di Aula SMK Sore Tulungagung, Rabu (14/5).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil lolos seleksi dan diterima bekerja di berbagai negara tujuan. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti kuatnya konektivitas antara SMK di Jawa Timur dengan kebutuhan tenaga kerja internasional.

“Ini koneksitas yang terbangun di antara unit-unit SMK di Jawa Timur dan harus diperluas. Semangat para siswa menjadi penting karena mereka dites langsung oleh user dari berbagai negara sesuai bahasa yang dituju,” tutur Khofifah.

Ia menjelaskan, para peserta akan ditempatkan di delapan negara tujuan utama, yakni Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Dubai. Dari seluruh negara tujuan tersebut, Jepang masih menjadi destinasi paling diminati karena tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri.

Adapun bidang pekerjaan yang tersedia meliputi manufaktur, perhotelan, farmasi, teknologi informasi, hingga industri berbasis kecerdasan buatan (AI). Masa kontrak kerja yang ditawarkan berkisar antara tiga hingga lima tahun sesuai kebutuhan perusahaan masing-masing.

Gubernur Khofifah menegaskan, kesempatan bekerja di luar negeri tidak berhenti setelah masa kontrak pertama selesai. Peserta yang memiliki kompetensi dan mampu beradaptasi dengan baik berpeluang kembali direkrut sebagai PMI profesional.

“Setelah masa kontrak selesai, peserta yang dinilai kompeten dan masih dibutuhkan perusahaan dapat kembali bekerja secara resmi sebagai PMI,” katanya.

Selain itu, Khofifah mengungkapkan jadwal pemberangkatan peserta yang semula direncanakan pada 19 Mei 2026 diundur menjadi 20 Mei 2026. Perubahan tersebut dilakukan menyesuaikan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar pelaksanaan program dilakukan serentak secara nasional.

Kabupaten Tulungagung tercatat menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 1.628 siswa SMK dinyatakan lolos seleksi dan siap diberangkatkan ke berbagai negara tujuan.

Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan intensif di Training Center Ketintang, Surabaya. Pelatihan tersebut mencakup penguatan kemampuan bahasa asing, keterampilan teknis, pembinaan karakter, hingga disiplin kerja.

“Setiap negara dan perusahaan memiliki standar kerja yang berbeda. Karena itu peserta harus benar-benar siap agar mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan internasional,” pungkasnya. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *