Harga Pangan Lebih Murah Dari Pasaran, Warga Cengkir Serbu GPM

TROL, Bojonegoro – Warga Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru-Bojonegoro, antusias menyambut Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8).

Sejak dibuka pukul 09.00 WIB, warga berdatangan ke halaman rumah Kepala Desa Cengkir untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Bupati Medhayoh.

GPM digelar sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar.

Sejumlah komoditas yang disediakan cukup beragam. Minyakita dijual Rp15.000 per liter, telur ayam ras Rp21.000 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, dan minyak goreng Fortune Rp19.000 per liter.

Selain itu, bawang putih dijual Rp6.500 per ¼ kilogram, bawang merah Rp4.500 per ¼ kilogram, cabai campur Rp5.000 per kemasan, serta beras SPHP Rp57.500 per 5 kilogram.

Harga tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Salah satunya Lia Febriana, warga Desa Cengkir, yang memanfaatkan GPM untuk membeli sejumlah kebutuhan dapur.

“Senang karena harganya di bawah pasaran. Saya membeli minyak, cabai dan bawang. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi,” tutur Lia.

Warga lainnya, Tasmining dari RT 2 Desa Cengkir, juga mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyebut harga Minyakita yang hanya Rp15.000 per liter cukup meringankan pengeluaran masyarakat.

“Minyaknya Rp15.000. Senang, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Pelaksanaan GPM di desa Cengkir tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah juga mengintegrasikan sejumlah layanan publik dalam kegiatan tersebut.

Warga dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, cek kesehatan (CKG), pembayaran pajak, hingga donor darah di lokasi yang sama.

Dengan konsep tersebut, GPM sekaligus menjadi momentum pelayanan masyarakat secara terpadu. Warga dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengakses layanan kesehatan, administrasi, dan sosial tanpa harus bepergian ke lokasi lain.

Pelaksanaan GPM langsung di tingkat desa juga dinilai memudahkan masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Kehadiran berbagai layanan publik dalam satu lokasi semakin memperluas manfaat kegiatan bagi warga.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan tetap terjaga, sekaligus mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat di tingkat desa. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *