Tasyakuran HUT ke-8, PMI Tulungagung Teguhkan Komitmen Perkuat Pelayanan Kemanusiaan

TROL, Tulungagung – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat pelayanan kemanusiaan di tengah tantangan yang semakin kompleks. Komitmen tersebut disampaikan dalam tasyakuran memperingati HUT ke-81 PMI yang digelar di Aula PMI Kabupaten Tulungagung, Jumat (25/9).

Mengusung tema nasional “Peduli Bergerak Bersama”, peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, meningkatkan kapasitas relawan, sekaligus memperluas kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Ketua PMI Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.S.I., jajaran pengurus dan Dewan Kehormatan PMI, pengurus PMI kecamatan, karyawan, serta relawan dari berbagai unsur, mulai Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), Palang Merah Remaja (PMR), hingga Relawan Donor Darah Sukarela.

Ketua PMI Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.S.I., mengatakan perjalanan PMI selama 81 tahun telah menunjukkan bahwa organisasi kemanusiaan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat dan aset bangsa.

Sejak didirikan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, kata dia, PMI terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai situasi.

“PMI tidak hanya hadir ketika terjadi bencana alam maupun krisis kesehatan. Pelayanan darah, kesiapsiagaan bencana, hingga upaya mitigasi perubahan iklim juga menjadi bagian dari kerja kemanusiaan PMI,” kata Tri Hariadi dalam sambutannya.

Menurutnya, perkembangan persoalan kemanusiaan menuntut PMI untuk terus beradaptasi. Karena itu, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, meningkatkan solidaritas dan kapasitas relawan sebagai kekuatan utama organisasi. Kedua, menjaga netralitas, kemandirian, dan profesionalisme PMI sebagai mitra strategis yang amanah. Ketiga, memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat.

“Relawan adalah jantung PMI. Karena itu kapasitas, solidaritas, dan semangat pengabdian mereka harus terus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas pengabdian PMI selama lebih dari delapan dekade dalam membantu masyarakat.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, ia menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 sekaligus penghargaan kepada seluruh pengurus, karyawan, relawan, dan para pendonor darah yang selama ini konsisten menjalankan misi kemanusiaan.

Ahmad Baharudin menilai kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Selain peningkatan kapasitas relawan, koordinasi lintas sektor juga perlu diperkuat agar respons terhadap berbagai kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan ketersediaan stok darah yang aman dan berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan dukungan dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk terus bergotong royong mendukung program-program kemanusiaan PMI.

Menurutnya, kerja kemanusiaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga kolaborasi antara pemerintah, PMI, dunia usaha, masyarakat, media, dan berbagai elemen lainnya harus terus dibangun.

Salah satu momen penting dalam peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Tulungagung adalah pemberian penghargaan kepada para pendonor darah sukarela.

Sebanyak 20 pendonor yang telah mencapai 50 kali donor darah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Ketua PMI Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi para pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Para pendonor darah aktif juga disebut sebagai pahlawan masa kini. Sebab, setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa pasien.

Peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Tulungagung kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar PMI semakin maju, profesional, dan konsisten menjadi rumah kebaikan serta garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PMI selama 81 tahun. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh jajaran pengurus, relawan, karyawan, serta peserta yang hadir.

Melalui momentum HUT ke-81 ini, PMI Kabupaten Tulungagung menegaskan kembali semangat “Peduli Bergerak Bersama” untuk terus hadir, melayani, dan bergerak bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *