Cegah Pengaruh Radikalisme dan Intoleransi, Pemkot Blitar Bekali Pelajar Dengan Wawasan Kebangsaan

TROL, Kota Blitar – Pemerintah Kota Blitar terus mendorong penguatan karakter dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui seminar wawasan kebangsaan yang diikuti sekitar 100 pelajar SLTP sederajat se-Kota Blitar di Balai Kota Koesoema Wicitra, Senin (28/9).

Para peserta yang merupakan perwakilan pengurus OSIS dari sejumlah sekolah di Kota Blitar mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan nasionalisme sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di tengah perkembangan era digital dan globalisasi.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar memahami jati diri bangsa Indonesia. Pemahaman tersebut dinilai perlu ditanamkan sejak dini sehingga para pelajar memiliki karakter kuat dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita bersama teman-teman dari pelajar SMP sederajat se-Kota Blitar dan seluruh OSIS dari sekolah yang diundang, dan dibekali dengan wawasan kebangsaan serta memberikan motivasi para pengurus OSIS di Kota Blitar dengan harapan mereka dapat menyiapkan dan memacu diri untuk memahami terkait apa itu wawasan kebangsaan,” terang Mas Ibin.

Menurutnya, para pelajar tidak hanya diharapkan memahami wawasan kebangsaan secara teori. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya, khususnya teman sebaya, dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.

“Harapannya, ke depan generasi muda kita memiliki karakter yang baik dan bisa menjadi contoh bagi teman-temannya dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar Toto Robandiyo mengatakan, perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi membawa beragam pengaruh terhadap pola pikir generasi muda.

Menurut Toto, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Hal ini penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat terhadap persatuan, toleransi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Di era digitalisasi dan globalisasi seperti saat ini, banyak kepentingan yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda,” kata Toto.

Ia menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan juga menjadi bagian dari upaya membentengi pelajar dari paham radikalisme dan terorisme, sikap intoleransi, maupun separatisme yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Kami tak ingin proses-proses tersebut merongrong nilai-nilai kebangsaan generasi kita untuk beberapa tahun ke depan, karena merekalah yang nantinya menjadi penerus generasi kita, pengisi kehidupan berbangsa dan bernegara di seluruh aspek kehidupan,” tegasnya.

Seminar wawasan kebangsaan ini diikuti sekitar 100 perwakilan OSIS SLTP sederajat se-Kota Blitar. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Blitar turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Blitar berharap pengurus OSIS dapat menjadi agen penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah, sekaligus menularkan semangat persatuan, toleransi, dan nasionalisme kepada pelajar lainnya. (*)

*sumber: blitarkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *