Kadisdik Sumenep Dianggap Tak Tegas, Soal Video Asusila Kepala SMP Negeri 1 Dasuk

TROL, Sumenep – Menanggapi Setatemen Agus Dwi Saputra Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinilai Ngawur Oleh Masyarakat terkait pembelaan terhadap Inisial N Oknum Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kecamatan Dasuk sebelumnya di beritakan oleh media ini “Viral Video Bugil Kepala SMP Dasuk”

Mendapat respon dari berbagai kalangan bahkan ada salah satu anggota Grup Sumenep mengatakan bahwa, Kalo komentar saya, Apa yang dilakukan oleh Kadiknas sudah betul melindungi anak buahnya, Sudah kewajiban atasan melindungi bawahannya, Malah janggal kalo tak peduli. Tapi urusan sanksi itu sesuatu yang beda bahkan seorang atasan atau bupati pun tak boleh mencampurinya, Karena sdh ada peraturannya yang mengatur tentang kode etik ASN uu no 5 tahun 2014 dan permendikbud no 48 tahun 2020

Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kabupaten Sumenep, mengambil langkah cepat dengan memanggil N guna dimintai klarifikasi terkait Phonsex yang dilakukannya.

Dilansir dari Media Memo Online, Senin (4/4). Agus Dwi Saputra mengatakan, yang bersangkutan adalah korban sindikat jaringan penipuan berkedok video call seks.

“Yang bersangkutan diperas, karena videonya direkam oleh jaringan pelaku ini, dimintai mentransfer sejumlah uang, itu pun tidak hanya sekali, tapi berkali-kali,” sebutnya.

Kemudian, Agus Dwi Saputra memberikan masukan agar N, melaporkan kasusnya ke ramah hukum, agar ada efek jera, biar tidak menimbulkan korban-korban lain di kemudian hari.

Namun, statement yang diberikan Agus Dwi Saputra pasca mendengarkan keterangan dari N tentang kelakuannya pada video call seks tersebut, menuai kecaman dan dianggap tidak melihat permasalahan secara utuh serta memperlihatkan kelemahannya sebagai Kadiknas Sumenep.

Dikutip dari Media Suara Madura Seperti yang disampaikan oleh Fero Feriyanto, aktivis dan tokoh muda asal Kepulauan Sapudi, Sumenep, Madura, kepada SuaraMadura.id. “Apa-apaan Kadiknas itu, kok memberikan pernyataan seperti itu. Ingin melindungi atau memang lemah syahwat,” sesal dia. Senin (4/4).

“Saya mengecam keras statement Kadiknas Sumenep yang tidak melihat permasalahan dalam gambaran utuh. Oke, kalau si kepala sekolah diperas setelah video call seks itu. Tetapi apa yang dilakukan N sebelumnya, yaitu memperlihatkan kemaluan harusnya juga disikapi tegas,” ketus Fero.

Apalagi, kata Fero, ada pernyataan dari N bahwa dia diperas, jika tidak dikasih maka mau disebarkan videonya. “Si kepala sudah mengakui dia diperas dan diancam akan disebarluaskan videonya kalau tidak memberi. Ya ngapain juga dari awal dia video call seks,” sergahnya.

“Saya harap ada tindakan tegas dari Kadiknas Sumenep, paling tidak kepala sekolah yang bersangkutan harus dinonaktifkan. Apapun alasannya, mempertontonkan kelamin seperti itu adalah pelanggaran etika,” pungkas Fero.

Apa yang disampaikan oleh Fero Feriyanto, memang ada benarnya. Semestinya Agus Dwi Saputra dapat melihat secara utuh sebuah permasalahan sebelum berkomentar sehingga tidak terkesan melindungi anak buahnya yang telah melakukan video call seks hingga menunjukkan kelaminnya.

(hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *