foto: ilustrasi kebakaran pasar kota wonogiri/pexel)
TROL, Wonogiri – Pasar Kota Wonogiri, Jawa Tengah, ludes terbakar pada Senin (6/10) dini hari. Kebakaran ini, menjadi duka bagi warga karena terakhir kali terjadi 23 tahun silam.
Api pertama kali muncul sekitar pukul 3.30 dari lantai dua bagian belakang pasar. Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke lantai tiga dan membuat warga panik.
Asap tebal membumbung tinggi dan terlihat dari jarak beberapa kilometer. Para pedagang yang mengetahui kejadian itu segera berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka.
Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan bahwa api mulai terlihat sekitar pukul setengah empat pagi. “Petugas seluruhnya langsung dikerahkan sesaat setelah laporan diterima,” ujar Fuad dalam keterangannya, Senin (6/10).
Fuad mengatakan, upaya pemadaman berlangsung dramatis dengan pengerahan lebih dari 15 mobil pemadam kebakaran. Bantuan datang dari berbagai wilaya Soloraya dan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fuad menjelaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. “Belum bisa dipastikan sumbernya. Masih akan kami selidiki lebih lanjut,” katanya.
Sementara, Kepala Seksi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo mengatakan seluruh petugas dilibatkan untuk pemadaman sejak dini hari. “Damkar Soloraya sudah semua datang, ada juga dari Gunungkidul, banyak yang dilibatkan,” ujarnya.
Hingga pukul 7, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas terus berjibaku menembus asap pekat dan suhu tinggi untuk mencegah perluasan kebakaran.
Aparat kepolisian menutup akses jalan di sekitar pasar demi kelancaran proses pemadaman. Petugas juga memastikan tidak ada warga yang mendekati lokasi berbahaya tersebut.
Belum ada laporan korban jiwa akibat kebakaran besar ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah karena pasar merupakan pusat ekonomi Wonogiri.
Tim Laboratorium Forensik akan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api padam. Polisi dan BPBD memastikan proses penyelidikan berjalan hati-hati untuk menemukan sumber api.
Warga berharap pemerintah segera membantu pedagang yang kehilangan tempat usaha. Pasar Kota Wonogiri dikenal sebagai urat nadi ekonomi ribuan warga di wilayah itu.
Kini, setelah 23 tahun berlalu, duka kembali menyelimuti jantung perekonomian Wonogiri. Banyak pihak berharap tragedi ini menjadi momentum membangun pasar dengan sistem keamanan lebih baik.(*)











