Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja se-Madura, Teladani Nilai Para Leluhur

foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menghadiri Haul Raja-Raja se-Madura di Pendopo Agung Keraton Sumenep

TROL, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Haul Raja-Raja se-Madura sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (27/10).

Acara religius dan budaya tersebut diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah oleh KHR. Taufiqurrahman Syakur, dilanjutkan istigotsah oleh KH. Abdullah Holil, tahlil oleh KH. Ali Fiqri Abdullah, serta selawat dan ceramah agama oleh Habib Muhammad As-Segaf. Doa penutup dipimpin oleh Habib Alwi Zainal Abidin Bilfaqih dan KH. Ach. Sa’duddin.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, Haul Raja-Raja se-Madura bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan dan kebijaksanaan para raja yang telah meletakkan dasar pemerintahan serta kebudayaan di Pulau Madura, khususnya di Sumenep.

“Haul ini bukan hanya untuk mengenang jasa para raja, tetapi juga mengingatkan kita semua agar tidak melupakan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang mereka wariskan.

Kabupaten Sumenep bisa berdiri tegak hingga hari ini berkat doa, perjuangan, dan kebijaksanaan para pendahulu,” ujar Bupati Fauzi.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap daerah, serta melanjutkan warisan nilai religius, budaya, dan gotong royong yang telah ditanamkan para leluhur.

“Kami ingin semangat kebersamaan antarmasyarakat Madura tetap terjaga sampai kapan pun. Meskipun secara administratif berbeda wilayah, secara sejarah dan budaya kita berasal dari akar yang sama,” imbuhnya.

Bupati Fauzi berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami dan mencintai sejarah daerahnya, serta menjadikan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal sebagai pedoman hidup dalam membangun Sumenep yang berkeadaban, religius, dan berkemajuan.

“Sebagai generasi penerus, kita harus meneladani perjuangan, kebijaksanaan, dan kearifan para leluhur yang telah membangun fondasi pemerintahan dan peradaban di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

 

(hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *