TROL, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan gerakan Selasa dan Jumat Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Selamat Asri) sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja, Jumat (17/4).
Peluncuran ditandai dengan aksi simbolis bersepeda oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Sigit Budiarto dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pendopo Muda Graha menuju lokasi kegiatan.
Rombongan tiba di SDN 1, 2, dan 3 Kincang, Kecamatan Jiwan, dan disambut kesenian khas Madiun, dongkrek, yang dibawakan para siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan apel bersama serta kerja bakti di sepanjang jalan raya Desa Kincang.
Dalam aksi tersebut, Bupati, Wakil Bupati, dan Pj Sekda bersama kepala OPD turun langsung membersihkan lingkungan, termasuk memotong tanaman liar yang mengganggu saluran air. Para siswa turut ambil bagian membersihkan lingkungan sekolah, sementara relawan dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun ikut terlibat.
Rangkaian kegiatan berlanjut ke SMPN 1 Jiwan. Di lokasi itu, rombongan meninjau penebangan pohon di depan sekolah yang dinilai membahayakan pengguna jalan serta mengecek kondisi saluran air di belakang sekolah bersama relawan DLH.
Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi mengatakan, gerakan Selamat Asri merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional.
“Jika Indonesia ingin menjadi negara maju pada 2045, harus dimulai dari gerakan yang seragam, yaitu aman, sehat, resik, dan indah,” ujarnya.
Menurutnya, keempat aspek tersebut merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Keamanan menjadi fondasi utama, kesehatan sebagai penopang kehidupan, kebersihan untuk menciptakan lingkungan sehat, serta keindahan sebagai hasil akhirnya.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa gerakan Selamat Asri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Namanya gerakan, harus ada gerak. Semua harus bergerak, tidak boleh hanya slogan,” tegasnya.
Ia menyebut, program tersebut merupakan komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah. Keberlanjutan program, kata dia, menjadi kunci agar memberikan dampak nyata.
“Jangan sampai setelah diluncurkan, kemudian kembali kotor. Ini harus berkelanjutan dan menjadi budaya,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya gotong royong serta peran guru sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa melalui praktik langsung di lingkungan sekolah.
Usai kegiatan, Bupati menjelaskan bahwa implementasi Selamat Asri tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di seluruh lapisan masyarakat.
“Mulai dari kantor, desa, hingga RT dan RW harus melaksanakan kegiatan ini secara rutin setiap Selasa dan Jumat,” ujarnya.
Pemkab Madiun, lanjutnya, akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, termasuk pelaporan ke pemerintah pusat setiap dua minggu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menambahkan bahwa program tersebut telah ditindaklanjuti melalui Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2026.
Gerakan Selamat Asri akan diterapkan di seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, dengan pendekatan yang disesuaikan karakter masing-masing sekolah.
“Kami juga membentuk Tim Komunikasi Bersahaja (Tim Kober) untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” katanya.
Ia menegaskan, Selamat Asri merupakan penguatan dari program yang telah berjalan sebelumnya sekaligus mendukung visi Kabupaten Madiun Bersahaja.
Melalui gerakan ini, Pemkab Madiun berharap tercipta budaya hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan serta lingkungan yang nyaman dan berkualitas bagi masyarakat. (*)
#prokopimkabmadiun











