Budaya  

Mas Ipin Ikuti Nyadran Dam Bagong, Titip Doa untuk Petani Trenggalek

TROL, Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengikuti rangkaian tradisi Nyadran Dam Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jumat (8/5). Dalam tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual itu, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menitipkan doa agar para petani yang lahannya dialiri Dam Bagong senantiasa mendapat keberkahan dan rezeki yang melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ipin juga membagikan uang sebesar Rp25 ribu kepada masyarakat yang hadir. Menurutnya, nominal tersebut bukan sekadar nilai materi, melainkan simbol doa dan harapan bagi warga Trenggalek.

“Saya hanya sanepan saja. Semoga dapat selawe ewu, selawase wilujeng pinaringan wahyu. Ditulung dumateng Allah SWT. Intinya hari ini sodaqohnya selawe ewu, Rp25 ribu itu saja,” tutur Mas Ipin usai prosesi melempar kepala kerbau ke Dam Bagong.

Prosesi pelemparan kepala kerbau itu menjadi bagian yang paling dinantikan masyarakat dalam tradisi Nyadran Dam Bagong. Kepala, kulit, dan kaki kerbau yang dilempar ke sungai diperebutkan warga dengan cara berenang hingga menyelam di aliran sungai.

Suami Novita Hardini itu berharap tradisi Nyadran membawa keberkahan bagi sektor pertanian di Trenggalek, khususnya daerah yang mendapat pasokan air dari Dam Bagong.

“Hari ini alhamdulillah pinaringan lancar. Semoga rezekinya para petani yang pengairannya teraliri dari Dam Bagong ini terus diberikan kelancaran oleh Allah SWT. Semoga rezekinya lumintu, airnya ada terus dan pertaniannya bagus terus,” katanya.

Tradisi Nyadran Dam Bagong diawali dengan kirab Mahesa atau kerbau yang akan disembelih menuju Pendopo Trenggalek. Di lokasi tersebut dilakukan upacara adat penyerahan perlengkapan penyembelihan sebelum kerbau dibawa ke Pendopo Makam Setono Bagong untuk menjalani prosesi jamasan.

Pada malam hari, panitia menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian tradisi. Keesokan harinya, prosesi adat utama dilaksanakan di kawasan Dam Bagong dan dihadiri ratusan warga.

Nyadran Dam Bagong menjadi salah satu tradisi budaya yang masih terus dilestarikan masyarakat Trenggalek sebagai bentuk rasa syukur atas keberlimpahan air dan hasil pertanian. (*)

#prokopimkabtrenggalek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *