Pemkab Bojonegoro Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Kemandirian Ekonomi Disabilitas Lewat Inovasi Herbal

TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama sejumlah lintas sektor menggelar kolaborasi strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut berlangsung di balai desa Dander, kecamatan Dander, Rabu (3/6).

Program ini didanai oleh DPPM DIKTI – LLDIKTI Wilayah VII melalui LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro. Pada kesempatan itu, digelar pembukaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan dan Peningkatan UKM Disabilitas dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine.”

Ketua STIKES Rajekwesi Bojonegoro, Evita Isnanda, menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendorong pelaku usaha mikro kecil (UKM) disabilitas agar mampu menghasilkan produk herbal yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki dasar ilmiah dan memenuhi standar kualitas.

“Pendampingan ini tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga penguatan manajemen usaha dan standardisasi produk berbasis evidence based medicine,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua III STIE Cendekia Bojonegoro Ahmad Saifurriza Effasa, Ketua PKM Rony Setianto, Sekretaris Desa Dander Ardi Sanjaya, Ketua Mitra Aneka Warna, serta Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehabsos) Dinas Sosial Bojonegoro Nafiatin Ni’mah.

Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya disampaikan Munari, anggota PPDI Balen, yang berharap bantuan peralatan usaha yang telah diterima sebelumnya dapat dilengkapi dengan tambahan alat penunjang guna memaksimalkan proses produksi.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Rehabsos Dinas Sosial Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menyatakan pihaknya berkomitmen mengawal keberlanjutan program pemberdayaan disabilitas.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan OPD terkait untuk memfasilitasi pelatihan dan peningkatan kapasitas, sehingga usaha teman-teman disabilitas bisa berkembang lebih optimal,” tegasnya.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memberikan pendampingan secara komprehensif, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen, hingga pengembangan kompetensi pelaku usaha. Dengan dukungan berkelanjutan, UKM disabilitas di Bojonegoro ditargetkan mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing di pasar yang lebih luas. (adi)

#bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *