Pemkab Tulungagung Ikuti Penilaian PPA Award 2026, Tegaskan Komitmen Cegah Perkawinan Anak

TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan daerah ramah perempuan dan anak. Hal itu terlihat saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengikuti penilaian PPA Award 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur melalui video conference dari Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (5/6).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PPA) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rohmad, MMRS, memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Tulungagung terus mengembangkan sistem perlindungan perempuan dan anak yang terintegrasi dan berbasis data. Sistem ini dirancang untuk mendukung pencegahan serta penanganan kasus secara cepat, akurat, dan responsif.

“Pendekatan berbasis data memungkinkan kami merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan kasus,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan perkawinan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Upaya tersebut juga sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, Pemkab Tulungagung meluncurkan program Genta Mulia (Gerakan Terpadu Pencegahan Perkawinan Anak). Program ini menjadi inovasi daerah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga.

“Melalui Genta Mulia, kami mendorong kolaborasi multipihak agar upaya pencegahan perkawinan anak bisa dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan program, Pemkab Tulungagung juga terus mengembangkan sistem data terpadu berbasis bukti sebagai dasar penyusunan kebijakan. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan setiap program berjalan akuntabel serta memberikan dampak nyata.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Tulungagung optimistis mampu memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi masa depan. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *