Hadiri Istighosah, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Pentingnya Ikhtiar Spiritual Bangun Tulungagung

TROL, Tulungagung – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri Istighosah dan Doa Bersama yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (16/7) malam. Kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tulungagung setiap malam Jumat Kliwon sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keamanan, dan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa doa bersama tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Tulungagung.

“Mudah-mudahan kita terus kompak dalam berdoa agar Tulungagung senantiasa kondusif, aman, dan seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” ucap Ahmad Baharudin.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen menjadikan istighosah sebagai agenda rutin setiap malam Jumat Kliwon. Menurutnya, ikhtiar lahir melalui kerja nyata harus diimbangi dengan ikhtiar batin melalui doa agar setiap program pembangunan mendapat kemudahan dan keberkahan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan doa, dukungan, dan kebersamaan seluruh masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Tulungagung dan menjadi penguat persatuan kita semua,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad Baharudin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan semangat gotong royong demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Ia meyakini stabilitas daerah merupakan modal penting dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita jadikan istighosah ini sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persatuan, dan memohon kepada Allah SWT agar Tulungagung senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, serta kemajuan,” tuturnya.

Kegiatan istighosah dan doa bersama tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah serta mendukung terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang aman, damai, dan semakin maju. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *