Pemkab Bojonegoro Mulai Revitalisasi Alun-Alun, Anggarkan Rp28 Miliar

TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi memulai revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro. Penataan kawasan pusat kota tersebut dipastikan tidak akan mengorbankan pepohonan rindang yang selama ini menjadi bagian penting ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus paru-paru kota.

Tahapan awal revitalisasi mulai terlihat di lapangan. Sejumlah pagar pembatas sementara telah dipasang di sisi utara alun-alun sebagai penanda dimulainya pekerjaan konstruksi. Area proyek juga disterilkan guna menjamin keamanan pekerja dan kenyamanan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro merupakan salah satu Proyek Strategis Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Program tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/101/KEP/412.013/2026 yang ditetapkan pada 12 Maret 2026. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, memastikan revitalisasi dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Pohonnya tetap dipertahankan,” tegas Satito, Jumat (24/7).

Ia menjelaskan, konsep penataan dirancang dengan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan nilai sejarah kawasan. Karena itu, keberadaan pepohonan yang telah menjadi identitas Alun-Alun Bojonegoro tidak akan ditebang dalam proses revitalisasi.

Selain mempercantik wajah kota, proyek ini juga mempertimbangkan nilai historis kawasan. Sejak dahulu, Alun-Alun Bojonegoro menjadi pusat aktivitas sosial, kebudayaan, dan pemerintahan. Kawasan tersebut juga terintegrasi dengan Masjid Agung Darussalam dan Pasar Kota Bojonegoro yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan kota.

Pemkab Bojonegoro berkomitmen menjaga nilai-nilai historis tersebut melalui konsep penataan yang tetap menghormati karakter kawasan, sekaligus menghadirkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Melalui revitalisasi tersebut, Alun-Alun Bojonegoro diharapkan menjadi ruang publik yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya tampil sebagai landmark kota yang lebih modern dan estetik, kawasan ini juga dirancang ramah anak, mendukung aktivitas sosial, serta memperkuat fungsi alun-alun sebagai ruang interaksi dan kebersamaan warga. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *