Kekeringan Melanda, PMI-BPBD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih ke Deru dan Kayulemah

TROL, Bojonegoro – Wajah lega terlihat dari warga desa Deru dan desa Kayulemah, kecamatan Sumberrejo, kabupaten Bojonegoro. Di tengah keterbatasan sumber air akibat kekeringan, bantuan air bersih yang datang pada Senin (10/8) menjadi penopang penting bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Bantuan air bersih tersebut disalurkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.

Bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air, kedatangan bantuan tersebut bukan sekadar distribusi air. Air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus tersedia untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari minum, memasak, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat membuat bantuan semacam ini dinantikan. Kehadiran PMI bersama BPBD juga menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak keterbatasan air bersih.

Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengatakan penyaluran air bersih merupakan respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan.

“Pendistribusian air bersih dilakukan oleh PMI Kabupaten Bojonegoro dalam rangka merespons kebutuhan air bersih masyarakat Bojonegoro yang mengalami kekeringan,” ucapnya.

Menurut Ninik, penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi lintas pihak agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, PMI terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Dalam pelaksanaan distribusi, pihak PMI akan selalu berkoordinasi dengan BPBD terkait titik lokasi yang membutuhkan air bersih,” jelasnya.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. PMI juga mengerahkan staf markas dan relawan untuk terlibat langsung dalam proses pendistribusian air bersih ke masyarakat.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan air, penyaluran tersebut juga menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan relawan dalam menghadapi dampak kekeringan.

PMI berharap sinergi bersama BPBD, relawan, serta pihak-pihak terkait dapat terus diperkuat sehingga penanganan kekeringan di Kabupaten Bojonegoro berjalan optimal dan masyarakat yang membutuhkan dapat segera memperoleh bantuan.

“Sehingga sinergi dalam penanganan kekeringan bisa berjalan dengan optimal,” pungkas Ninik. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *