Pemkot Yogyakarta Tertarik Replikasi Wisata Sungai Maron Pacitan

TROL, Pacitan – Popularitas wisata Sungai Maron di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mulai menarik perhatian daerah lain. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bahkan tertarik mempelajari dan mereplikasi pengelolaan destinasi yang dikenal dengan julukan The Amazon of Java tersebut.

Ketertarikan itu disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat mengunjungi obyek wisata Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Rabu (19/8).

Hasto datang bersama rombongan Pemkot Yogyakarta dan diterima Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan Sungai Maron, termasuk sistem operasional perahu wisata yang menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.

“Kami ingin replikasi kegiatan wisata Maron, terutama terkait perahu dan teknologinya,” kata Hasto.

Menurut Hasto, teknologi perahu yang digunakan di Sungai Maron menarik untuk diterapkan di Yogyakarta. Salah satu alasannya, sistem mesin pada perahu dapat menyesuaikan dengan kondisi kedalaman air.

Hal itu dinilai relevan dengan karakter sejumlah sungai di Yogyakarta yang cenderung dangkal. Karena itu, Pemkot Yogyakarta melihat pengelolaan perahu wisata Sungai Maron sebagai salah satu inovasi yang berpotensi diadopsi di daerahnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan pariwisata menjadi salah satu sektor yang diandalkan untuk menopang perekonomian daerah. Sungai Maron menjadi salah satu destinasi yang turut menggerakkan sektor tersebut.

“Di Pacitan itu wisatanya komplet. Yang terkenal memang pantai dan sungai, tapi ada juga destinasi wisata minat khusus,” ucap Indrata.

Dirintis Warga sejak 2012

Sungai Maron tidak serta-merta menjadi destinasi wisata populer seperti sekarang. Pengembangan wisata tersebut dirintis masyarakat sejak 2012 dan mulai beroperasi pada 2014.

Pengelolaan dilakukan masyarakat setempat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Model pengelolaan berbasis masyarakat ini membuat aktivitas wisata di Sungai Maron sekaligus memberikan ruang ekonomi bagi warga lokal.

Saat ini, terdapat sekitar 130 perahu wisata yang beroperasi di Sungai Maron. Seluruh perahu tersebut merupakan milik warga setempat.

Teknologi yang digunakan juga semakin beragam. Perahu wisata di Sungai Maron tidak hanya menggunakan bahan bakar minyak, tetapi juga gas dan teknologi listrik.

Keberagaman teknologi perahu tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian rombongan Pemkot Yogyakarta. Selain menawarkan pengalaman menyusuri sungai, pengelolaan perahu yang melibatkan warga lokal menjadi bagian penting dari ekosistem wisata Sungai Maron.

Bagi Pemkab Pacitan, perhatian dari Pemkot Yogyakarta tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan wisata berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi model yang menarik untuk dipelajari daerah lain. (can finews)

 

*sumber: prokopimpacitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *