Kemarau Panjang, PMI Bojonegoro Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga Ngorogunung

TROL, Bojonegoro – Musim kemarau yang berlangsung panjang membuat kebutuhan air bersih warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro meningkat. Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, Selasa (18/8).

Bantuan air bersih tersebut didistribusikan di wilayah RT 09 dan RT 10, RW 03, Desa Ngorogunung. Air yang disalurkan digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak dan minum hingga keperluan kebersihan.

Tak hanya membawa bantuan air, tim PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama menghadapi keterbatasan air bersih.

Bendahara PMI Kabupaten Bojonegoro Eko Margono bersama tim PMI turun langsung memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan diterima warga yang membutuhkan.

Koordinator Droping Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, mengatakan penyaluran air bersih tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk serta hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.

“Kami berharap kehadiran tim ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi musim kemarau,” kata Wahyu.

Menurut dia, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama ketika sumber air mulai terbatas akibat kemarau panjang.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menegaskan PMI akan terus berupaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

“Untuk minggu ini, kegiatan droping air bersih PMI menyasar wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, khususnya Kecamatan Bubulan dan Temayang,” ucap Ninik.

Penentuan wilayah sasaran distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan dapat diprioritaskan untuk daerah yang mengalami kebutuhan air bersih.

Selain distribusi air, PMI juga memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi ini menjadi bagian penting dari pelayanan PMI agar masyarakat tetap dapat menjaga kesehatan keluarga di tengah keterbatasan air.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk respons PMI terhadap kebutuhan warga di wilayah yang terdampak kemarau. Bagi masyarakat Ngorogunung, 10.000 liter air yang didistribusikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi penopang kebutuhan sehari-hari ketika air bersih semakin sulit diperoleh. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *