TROL, Bojonegoro – RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro terus memperkuat layanan penunjang medis dengan menghadirkan sejumlah teknologi pemeriksaan untuk mendukung diagnosis pasien. Fasilitas tersebut di antaranya Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla, X-ray digital, dan Multi-Slice Computed Tomography (MSCT) 256 Slice.
Kehadiran berbagai teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu untuk meningkatkan kelengkapan layanan sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan.
Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Ani Pujiningrum, mengatakan pengembangan layanan penunjang medis menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap bagi masyarakat.
“Untuk menjadi pusat rujukan ini tentu kita harus punya sesuatu yang berbeda dari rumah sakit yang lain. Kami berupaya supaya layanan masyarakat di RSUD Sosodoro ini paripurna, artinya semuanya ada di Sosodoro,” ucapnya.
Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik RSUD Sosodoro Djatikoesoemo adalah MRI 3 Tesla. Teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan gambaran bagian tubuh secara lebih detail dengan memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio.
Berbeda dengan pemeriksaan X-ray maupun CT Scan, MRI tidak menggunakan radiasi pengion. Teknologi ini terutama memiliki keunggulan dalam menghasilkan gambaran jaringan lunak dan struktur tubuh tertentu secara lebih jelas.
Pemeriksaan MRI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan medis. Pada pemeriksaan muskuloskeletal, misalnya, teknologi tersebut dapat membantu melihat kondisi ligamen, otot, struktur tulang, serta jaringan di sekitarnya.
Sementara untuk pemeriksaan kepala atau neuroimaging, MRI dapat membantu melihat kondisi otak, termasuk mendukung pemeriksaan pada kasus stroke, Alzheimer, kejang, maupun kelainan struktur otak.
Ketersediaan MRI 3 Tesla juga menjadi salah satu upaya RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dalam memperluas kemampuan layanan pemeriksaan di tingkat daerah.
Selain MRI, rumah sakit juga memiliki layanan X-ray digital atau rontgen. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari melihat kondisi dada, kepala, perut, tulang hingga tulang belakang.
Teknologi digital memberikan kemudahan dalam pemeriksaan, termasuk untuk melihat kondisi tulang belakang secara lebih menyeluruh.
Sejumlah bagian tulang belakang seperti servikal, torakal, dan lumbal yang sebelumnya dapat diperiksa secara terpisah kini dapat direkam dan disusun menjadi satu gambaran. Hal tersebut memungkinkan dokter mendapatkan visualisasi tulang belakang secara lebih komprehensif sesuai kebutuhan pemeriksaan.
X-ray digital juga dapat digunakan untuk pemeriksaan foto polos maupun pemeriksaan dengan bahan kontras tertentu sesuai indikasi medis, seperti fistulografi.
Untuk pemeriksaan yang membutuhkan gambaran tubuh secara lebih detail, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo juga menyediakan MSCT 256 Slice.
CT Scan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan potongan gambar tubuh dari berbagai sudut. Potongan-potongan gambar tersebut kemudian dapat disusun sehingga menghasilkan gambaran anatomi tubuh yang lebih rinci.
Teknologi MSCT dapat membantu dokter melihat kondisi organ tubuh secara lebih detail dibandingkan pemeriksaan X-ray biasa. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk membantu menemukan maupun menilai berbagai kelainan dan penyakit sebagai bagian dari proses diagnosis pasien.
Ketiga teknologi tersebut memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. X-ray dapat dimanfaatkan untuk berbagai pemeriksaan dasar, MSCT memberikan gambaran tubuh melalui potongan gambar yang lebih detail, sedangkan MRI memiliki keunggulan dalam pemeriksaan jaringan lunak dan struktur tubuh tertentu.
Ani menegaskan pengembangan layanan penunjang medis tidak berhenti pada penyediaan teknologi. RSUD Sosodoro Djatikoesoemo juga terus mendorong peningkatan sarana prasarana dan sumber daya manusia agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pengembangan tersebut dilakukan seiring dengan penguatan berbagai layanan unggulan rumah sakit.
“Semoga kami tetap harus berbenah untuk membenahi layanan, mengembangkan terutama dari sisi sarana prasarana dan juga SDM, supaya kita bisa memberi layanan yang paripurna untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Dengan semakin lengkapnya fasilitas penunjang medis, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelayanan dan pemeriksaan bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap di daerah, sehingga masyarakat Bojonegoro memiliki lebih banyak pilihan pemeriksaan medis tanpa harus mencari layanan ke luar daerah. (adi)
*bojonegorokab.go.id











